Sabtu, 27 Juni 2020

sel kanker dan zat penghambatnya

Assalamualaikum cabat mybomberku

Hii guys mybomberku tersayang!


Welcome to my knowledge world

kali ini aku bakalan ngeshare tentang seputar pengerian apasih itu sel kanker?
kenapa sih sel kanker dapat tumbuh dan faktor penyebabnya?
lalu adakah zat aktif alami yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh?
nah kira-kira seperti itulah hal yang akan kita bahas di bawah ini
semoga bermanfaat guys, HAPPY READING <3 :)
zat yang berpotensi sebagai penghambat tumbuhnya  berbagai macam sel kanker
I.            pendahuluan
I.1.    Latar Belakang
Era globalisasi,informasi, dan komunikasi membawa dampak di berbagai bidang kehidupan manusia.Dampak tersebut terlihat dengan adanya kemajuan teknologi pada berbagai bidang, antara lain bidang komputer. Komputer merupakan kumpulan perangkat keras dan lunak yang mempermudah melaksanakan pekerjaan manusia guna mempercepat dalam suatu pengambilan keputusan. Hampir semua kehidupan manusia dapat memanfaatkan keberadaan komputer, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan akurat. Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat diperlukan pada suatu aktivitas untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Terutama untuk pemilihan penyakit dan obat pada sebuah klinik kesehatan, agar permasalahan sedikitnya jam praktek dokter dan kurangnya tenaga ahli untuk menentukan diagnosis dan dosis obat anak bisa teratasi. Karena pengambilan keputusan yang tepat akan sangat berpengaruh pada proses selanjutnya (Mawaddah dan Fauzi, 2018).
Kesehatan menjadi hal yang sangat penting mengingat inilah modal awal setiap orang melakukan kegiatan dan berusaha memenuhi kebutuhannya. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Banyak usaha yang dilakukan seseorang untuk menjaga kesehatannya secara maksimal, antara lain dengan melakukan olah raga, menjaga pola makan dan bahkan mengonsumsi vitamin atau jamu-jamuan. Usaha ini dilakukan demi menjaga stamina tubuhnya agar tetap prima.
World Health Organization (WHO), mendefinisikan kesehatan sebagai suatu keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang lengkap, bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan. Hal ini di dukung oleh Ferris yang menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan mental dan fisik yang sejahtera, bukan hanya tidak memiliki penyakit dan cacat. Sehat berarti dalam keadaan positif dari fisik, mental dan kesejahteraan sosial, bukan sekedar tidak adanya cedera atau penyakit yang bervariasi dari waktu ke waktu. Preedy dan Watson menyatakan bahwa kesehatan merupakan kesejahteraan disegala dimensi, yaitu fisik, mental dan sosial (Mawaddah dan Fauzi, 2018).
Dewasa ini muncul berbagai macam penyakit, penyebabnyapun beragam, ada yang disebabkan oleh virus, bakteri, makanan, lingkungan ataupun faktor keturunan dalam anggota keluarga. Penyakit dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit kronis . Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh agen biologis (seperti virus, bakteri atau parasit) bukan disebabkan oleh faktor fisik atau kimia. Penyakit yang tergolong penyakit menular misalnya : antraks, cacingan, cacar air, campak, demam berdarah, diare, hepatitis, influenza, malaria, penyakit kulit, HIV, flu burung dan sebagainya. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan oleh masalah fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh manusia. Penyakit tersebut misalnya batuk, sariawan, sakit perut dan lainlain. Penyakit kronis adalah penyakit yang berlangsung sangat lama. Beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan kematian pada penderitanya, antara lain : AIDS, serangan jantung dan kanker.

I.2.    Rumusan Masalah
a.       Apa itu sel kanker ?
b.      Hal apa sajakah yang  menyebabkan sel kanker tumbuh ?
c.       Zat apa yang berpotensi sebagai penghambat sel kanker?

I.3.    tujuan
a.       mengetahui apa itu sel kanker
b.      mengetahui faktor – faktor yang dapat menyebabkan sel kanker
c.       mengetahui zat yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker



II.            pembahasan
Kanker adalah sel-sel jaringan tubuh yang menjadi ganas yang ditandai oleh pembelahan sel dengan cepat dan tidak terkendali membentuk sel sejenis dengan sel asalnya, namun dalam bentuk primitif dan tidak sempurna .  “Cancer is a process whereby uncontrolled cell multiplication produces a tumor that can invade adjacent tissues and metastasize”, artinya suatu proses pelipatgandaan sel yang tidak terkendali dan menghasilkan tumor yang menyerang jaringan-jaringan yang ada didekatnya dan bermetastatis. 12% seluruh kematian disebabkan oleh kanker yang merupakan pembunuh nomor dua setelah penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian kedua di negara maju (Pratiwi, 2012).
Kanker merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematian di dunia. Pada 2012 diperkirakan terdapat 14 juta kasus baru kanker dan 8,2 juta kematian akibat kanker di dunia. Health Organization (WHO) melaporkan lima besar jenis kanker yang ditemukan pada laki-laki di dunia pada 2012, yaitu kanker paru, prostat, kolorektum, kanker perut (stomach cancer), dan kanker hati. Sedangkan pada perempuan yang terbanyak adalah kanker payudara, kolorektum, paru-paru, serviks, serta kanker perut (stomach cancer). Sepertiga kematian akibat kanker berhubungan dengan 5 kebiasaan gaya hidup dan pola makan. Kelima faktor tersebut yaitu obesitas, diet rendah sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, dan penggunaan alkohol. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penyebab kematian pada kanker secara umum (20%). Sedangkan untuk kanker paru, tembakau merupakan faktor risiko penyebab kematian pada kanker paru yang paling dominan (70%). Diperkirakan akan terjadi peningkatan kasus baru kanker sebesar 70% dalam 20 tahun mendatang. Seiring dengan bertambahnya waktu, telah terjadi pergeseran pola kejadian kanker di dunia, di mana kejadian kanker telah bergeser ke negara dengan penghasilan menegah ke bawah. Saat ini, kejadian kasus baru kanker di dunia mencapai 57% dan 65% kematian akibat kanker terjadi di negara dengan penghasilan menengah ke bawah (Indrati, R, 2005).
Angka kematian akibat kanker lebih tinggi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan faktor risiko dan keberhasilan penanganan deteksi, serta ketersediaan pengobatan. Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan laki-laki di negara maju dan negara berkembang. Sedangkan untuk perempuan, kanker payudara menjadi kematin terbanyak, baik di negara maju maupun berkembang. Penyebab utama lain dari kematian akibat kanker di negara-negara maju adalah kanker kolorektal pada laki-laki dan perempuan serta kanker prostat pada laki-laki. Di negara berkembang, kanker hati dan kanker perut merupakan jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di antara laki-laki. Sedangkan kanker serviks uteri merupakan kanker terbanyak penyebab kematian pada perempuan di negara berkembang (Pratiwi, 2012).
Adapun faktor risiko yang terkait dengan kanker paru-paru, kolorektum, lambung, dan kanker hati adalah penggunaan tembakau. Sedangkan yang berhubungan dengan kurangnya aktivitas fisik dan obesitas adalah kanker payudara serta kolorektal. Untuk faktor risiko infeksi berkaitan dengan kanker hati, lambung, dan kanker serviks uteri. Sebagian besar kasus kanker dan kematian dapat dicegah dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif, seperti pengendalian tembakau, vaksinasi, dan penggunaan tes deteksi dini. Berdasarkan strategi berbasis bukti (Eviden-Based Strategy), kejadian kanker dapat dicegah dan dikontrol hingga 30% dengan cara memodifikasi atau menghindari faktor risiko kunci. Dengan menghindari atau memodifikasi faktor risiko kunci yang telah dikaji oleh International Cancer Collaboration (Daniel et al: 2005) di WHO, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker dapat dikontrol. Faktor risiko kunci tersebut adalah penggunaan tembakau, obesitas, asupan rendah sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, sex transmitted human papilloma virus infection, polusi udara di kota, dan produksi asap yang menggunakan bahan bakar padat dalam rumah tangga (Dewi, 2017).
Tingginya prevalensi kanker tersebut mendorong semakin berkembangnya ilmu pengetahuan terkait bagaimana tatalaksana kanker, baik menggunakan kemoterapi, hormonal, radiasi maupun pembedahan. Akan tetapi tatalaksana tersebut masih meninggalkan beberapa masalah yaitu efek samping yang ditimbulkan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pengembangan untuk menciptakan suatu antikanker baru yang memiliki aktivitas efektif dan selektif serta aman bagi tubuh
Proses terbentuknya neoplasma atau kanker disebut karsinogenesis. Karsinogenesis merupakan proses bertahap yang terjadi akibat akumulasi perubahan genetik yang multipel sehingga dapat mengakibatkan transformasi fenotipe. Kerusakan genetik non letal merupakan inti dari mekanisme karsinogenesis. Mutasi genetik tersebut dapat terjadi akibat agen lingkungan, seperti zat kimia, radiasi, dan virus. Pada keadaan normal sebuah sel yang mengalami kelainan genetik atau mutasi genetik akan memiliki kemampuan untuk menjalankan proses apoptosis untuk mencegah perkembangan mutasi tersebut. Akan tetapi salah satu kemampuan sel kanker adalah sel tersebut dapat meningkatkan resistensi terhadap induksi apoptosis. Perubahan dalam regulator apoptosis termasuk pada jalur intrinsik memberikan keuntungan sel neoplasma untuk tumbuh dan berkembang didalam lingkungan tumor host. Selain itu, sel kanker sering mengalami keadaan hipoksia dan menjadi tidak responsif terhadap terapi. Keadaan hipoksia pada sel tumor disebabkan tingginya konsumsi oksigen akibat tingkat proliferasi yang sangat cepat dari sel tersebut (Suryawinata dan Sukohar, 2016).  
Penyebab pasti kanker belum diketahui, diperkirakan multifaktorial . Proses timbulnya kanker  merupakan kejadian kompleks yang melibatkan berbagai faktor. Selain adanya defek pada gen BRCA1 dan BRCA2, masih banyak kelainan yang pada prinsipnya meningkatkan aktivitas proliferasi sel serta kelainan yang menurunkan atau menghilangkan regulasi kematian sel  . Penelitian di Indonesia tentang faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker sangat terbatas. Penelitian ini untuk melihat secara lebih luas faktor yang berpengaruh terhadap kejadian kanker  dan memperkirakan probabilitas individu untuk terkena kanker (Pratiwi, 2012).
Annonaceous acetogenins compounds merupakan senyawa turunan dari asam lemak rantai panjang. Aktivitas biologi dari acetogenin menunjukkan sifat toksisitas terhadap sel kanker dan menghambat aktivitas mitochondrial complex I. Annonaceous acetogenins merupakan derivat asam lemak rantai panjang (C33 atau C34) dengan karakterisasi struktur yang unik yaitu memiliki cincin tetrahidrofuran (THF) pada pusat yang diikat gugus hidroksil dan gugus α-β- unsaturated-γ-lakton. Cincin tetrahidrofuran berperan sebagai jangkar yang bersifat hidrofilik di dalam membran mitokondria. Sedangkan cincin γ-lakton berperan sebagai sisi interaksi Annonaceous acetogenins dengan sisi interaksi quinone di dalam mitokondria kompleks I (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Apoptosis merupakan jalur kematian sel dengan mengaktifkan enzim yang merusak DNA inti sel itu sendiri dan protein pada inti dan sitoplasma. Apoptosis terjadi pada keadaan normal dan berperan untuk menghilangkan sel yang berpotensi menjadi bahaya dan sel yang telah selesai masa fungsinya.Sedangkan pada keadaan patologis, apoptosis berfungsi untuk mengeliminasi sel yang telah mengalami gangguan genetik atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, tanpa menimbulkan reaksi berlebihan sehingga kerusakan jaringan yang terjadi dapat dibatasi serendah mungkin (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Masyarakat indonesia mewarisi berbagai kekayaan leluhur yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Diantara warisan kekayaan itu adalah kekayaan tanaman dan pengetahuan tentang kasiat dari tanaman. Setidaknya terdapat 40.000 tanaman diseluruh dunia dengan 30.000 diantaranya terdapat di Indonesia. Tetapi hanya terdapat 940 jenis tumbuhan yang dapat digunakan untuk terapi tradisional. Penggunaan bahan alam sebagai agen antikanker memiliki sejarah yang panjang dimulai dari obat rakyat yang dikategorikan sebagai obat tradisional. Saat ini beberapa senyawa turunan dari tumbuhan telah berhasil digunakan sebagai terapi kanker seperti, vincristine dan vinblastine yang diisolasi dari Catharanthus roseus (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Data penelitian menunjukkan bahwa fitokimia yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi dapat menghambat inisiasi, promosi, dan progresivitas dari tumor. Sehingga sangat penting untuk melakukan penelitian terhadap kualitas standar, efikasi dan keamanan dari penggunaan tumbuhan herbal. Annona muricata yang juga dikenal sebagai soursop, graviola, guanabana, dan sirsak merupakan anggota dari famili Annonaceae. Tanaman ini merupakan tipe tanaman subtropis dan tropis seperti India, Malaysia, dan Indonesia. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa A.muricata memilikiefek sebagai antiparasit, antikonvulsan, antimalaria, hepato-protective dan antikanker. Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa annonaceous acetogenins merupakan kandungan utama dalam A. muricata. Lebih dari 100 annonaceous acetogenin telah berhasil diisolasi dari daun, batang, biji, akar dan buahnya (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Annonaceous acetogenins memiliki efek biologis yang impresif dengan menjadi salah satu senyawa penting dalam perkembangan obat kanker. Kemampuan antikanker dari annonaceous acetogenin ditunjukkan dalam menghambat enzim NADH: ubiquinone oxidoreductase atau kompleks I pada rantai pernafasan mitokondria. Penghambatan produksi ATP, terutama untuk sel-sel kanker dengan tingkat metabolisme yang tinggi, akan menyebabkan apoptosis. Mekanisme lain annonaceous acetogenin dalam menginduksi proses apoptosis adalah dengan mempengaruhi Mitochondrial Membran Permeability (MMP) sehingga terjadi peningkatan translasi cytochrome c dari mitokondria ke sitosol untuk mengaktifkan kaspase-9 sebagai executioner caspase pada proses apoptosis. Pro-apoptotic protein seperti Bax juga ikut meningkat sebagai efek keterlibatan dalam pelepasan sitokrom c melalui dimerisasi dan tranlokasi ke membran mitokondria bagian luar. Sementara itu protein anti-apoptosis seperti Bcl-2 yang menekan translokasi sitokrom c akan mengalami penurunan regulasi. Peningkatan Bax sebagai faktor proapoptotic dan keluarnya sitokrom c dari mitokondria ke sitosol serta menurunnya regulasi protein anti-apoptotic seperti Bcl-2 akan menginduksi proses apoptosis untuk berjalan normal kembali (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Permasalahan terapi pada sel kanker bukan hanya terbatas pada kegagalan kemoterapi atau radiasi untuk menginduksi proses apoptosis, tetapi juga karena tidak responsifnya sel kanker terhadap penggunaan kemoterapi ataupun radiasi tersebut. Hal ini disebabkan karena sel kanker sering mengalami keadaan hipoksia sehingga kadar oksigen pada sel rendah dan sel menjadi tidak responsif terhadap terapi. Keadaan hipoksia pada sel kanker ini perlu ditanggulangi untuk meningkatkan angka keberhasilan terapi (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Pada keadaan hipoksia, protein Hypoxia Inducible Factor-1 (α) berperan penting mengendalikan respon selular dan akan mengalami dimerisasi dengan HIF1β, membentuk faktor transkripsi HIF-1. Dimana peran HIF-1 adalah untuk mengaktivasi transkripsi gen-gen yang sangat krusial dalam terbentuknya kanker, metabolisme glukosa, dan invasi sel-sel kanker. Hypoxia Inducible Factor-1 juga memicu angiogenesis tumor dengan meningkatkan produksi angiogenic factor. Oleh karena itu senyawa yang dapat menghambat HIF-1 sangat berpotensi untuk menjadi obat antikanker. Acetogenins menghambat aktivas HIF-1 dengan memblokir induksi hipoksia oleh protein HIF-1α. Annonaceous acetogenins dapat menekan produksi ROS pada mitokondria kompleks III dengan memblokir aliran elektron. Penekanan produksi ROS akan mengakibat kegagalan induksi hipoksia sehingga aktivasi HIF-1 akan terhambat (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 








3.1.      kesimpulan
Karsinogenesis (proses terbentuknya kanker) terjadi karena Mutasi genetik, hal ini tersebut dapat terjadi akibat agen lingkungan, seperti zat kimia, radiasi, dan virus. Penyebab pasti kanker belum diketahui, diperkirakan multifaktorial. Penelitian di Indonesia tentang faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker sangat terbatas. Penelitian ini untuk melihat secara lebih luas faktor yang berpengaruh terhadap kejadian kanker  dan memperkirakan probabilitas individu untuk terkena kanker.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa A.muricata yang juga dikenal sebagai sirsak  memiliki efek sebagai antiparasit, antikonvulsan, antimalaria, hepato-protective dan antikanker. Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa annonaceous acetogenins merupakan kandungan utama dalam A. muricata. Lebih dari 100 annonaceous acetogenin telah berhasil diisolasi dari daun, batang, biji, akar dan buahnya. Annonaceous acetogenins compounds merupakan senyawa turunan dari asam lemak rantai panjang. Aktivitas biologi dari acetogenin menunjukkan sifat toksisitas terhadap sel kanker dan menghambat aktivitas mitochondrial complex I (Leny, S, 2006).
Annonaceous acetogenins sebagai zat aktif yang dapat menghambat pertumbuhan sel dalam tubuh. Kanker merupakan penyebab kematian utama kedua di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Hal ini menjadi sangat penting untuk terus dilakukannya penelitian dan pengembangan senyawa antikanker. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan bahan alam. Pemanfatan bahan alam sebagai anti kanker merupakan sebuah terobosan yang sangat penting. Annonaceous acetogenins merupakan senyawa utama yang terkandung dalam sirsak (Annona muricata). Annonaceous acetogenin memiliki efek untuk menginduksi proses apoptosis melalui peningkatan pelepasan sitokrom c dari mitokondria menuju sitosol, peningkatan kadar Bax (pro-apoptotic), penurunan kadar Bcl-2 (anti-apoptotic), dan peningkatan aktivasi exequtioner caspase-9 untuk melakukan apoptosis. Kegagalan terapi kanker juga berhubungan dengan tidak responsifnya sel kanker terhadap penggunaan kemoterapi ataupun radiasi Adri, D., & Hersoelistyorini, W, 2013).

3.2. Saran
Saya merasa artikel atau KTI yang saya  buat ini belum sempurna dan masih sangat banyak kekurangannya, karena dalam penulisannya  terdapat banak kata –kata yang kurang menarik dan kurangnya pengetahun terhadap permasalah tersebut serta pengalaman menulis saya  yang masih sangat sedikit sehingga masih banyak kesalahan dalam penulisan kata ataupun kalimatnya, semua mungkin dikarenakan saya tidak memiliki banyak waktu untuk berfikir dalam menulis sehingga saya simpulkan  bahwa saya memiliki kendala dalam memanajemen waktu dikarenakan saya hanya memiliki sedikit waktu untuk menulis, saran saya dimohonkan untuk diberi sedikit waktu yang lebih panjang sehingga artikel atau KTI yang saya buat ini dapat diselesaikan lebih baik dari ini dan tidak terselesaikan dengan tergesa gesa.

















Daftar pustaka
Adri, D., & Hersoelistyorini, W. (2013). Aktivitas antioksidan dan sifat organoleptik teh daun sirsak (Annona muricata Linn.) berdasarkan variasi lama pengeringan. Jurnal Pangan dan Gizi4(1).payudara     wanita. Jurnal Epidemiologi

Dewi, M. (2017). Sebaran kanker di indonesia, riset kesehatan dasar 2007. Indonesian Journal of Cancer11(1), 1-8.

Indrati, R. (2005). Faktor faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker

Leny, S. (2006). Bahan Ajar Metode Fitokimia. Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA Universitas Airlangga :Surabaya

Mawaddah, U., & Fauzi, M. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Dosis Obat Pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Di Klinik Dokter Umum Karanggayam- Srengat). ANTIVIRUS: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika12(1).

Pratiwi, T. F. (2012). Kualitas hidup penderita kanker. Developmental and                         Clinical Psychology1(1).

Suryawinata, A., & Sukohar, A. (2016). Potensi annonaceous acetogenins dari sirsak (Annona muricata) sebagai agen kemoterapi melalui induksi apoptosis dan inhibisi HIF-1. Jurnal Majority5(5), 97- 101.




Kamis, 09 April 2020

TUTORIAL MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA MENGGUNAKAN HARVARD STYLE

 
assalamualaikum cabat mybomberku
hi guys mybomberku tersayang!
Welcome to my knowledge world
 
oh iya sebelumnya tau gak kalian kenapa aku manggil kalian mybomber?
nh disini aku mau ngasih tau deh kenapa aku manggil kalian mybomber, mybomber sendiri sebenarnya cuman singkatan dari MY BlOg MemBER (mybomber) gitu guys sedikit silsilahnya tentang mybomber hehe.
nah untuk cabat mybomber, selamat datang kembali lagi di blogku ini, nah disini aku punya info menarik lho buat mybombay, aku mau berbagi tutorial membuat daftar pustaka dengan style (gaya) Harvard Style hanya menggunakan aplikasi ms. Word yang mudah di mengerti, tapi untuk menjelaskan video tutorial bukan aku sendiri yang akan menjelaskan aku akan di bantu oleh salah satu teman sekelompokku sendiri yang bernama Alif, nah supaya mybomber gak makin penasaran gimana sih caranya, yuk kita tonton langsung aja video berikut, selamat menyaksikannn

 
 
 
 
 

 
nah gimana cabat mybomber, udah faham kan gimana caranya?
kalian tau gak? penting lho mempelajari membuat daftar pustaka yang baik ddan benar, karena saat mybomber menyusunskripsi, KTI, ataupun penelitian agar diterima kita perlu menyusundaftar pustaka secara baik dan benar, tapi untuk style atau gayanya tergantung dengan ketentuan, harvard style adalah salah satunya, jadi semoga informasi yang saya berikan ini dapat bermanfaat bagi mybomber sekalian, terima kasih cabat mybomber jangan lupa di share tutorial ini ya.
see you next post cabat mybomberku semoga bermanfaat


Jumat, 20 Maret 2020

sirsak, tanaman ajaib berdaun obat





Assalamualaikum cabat mybomberku


Hii guys mybomberku tersayang!

Welcome to my knowledge world


Terharu deh kalian mau baca blogku ini, thanks banget ya guys, peluk dan cium deh buat kalian ehe, maaf ya kawan-kawan kalau blog aku ini terkesan bosenin, for your info aja guys blog ini blog pertama aku hehe jadi harap wajar jikalau terdapat unsur-unur yang membosankan.  


Menurut andalia (2018) Obat herbal telah diterima secara luas dihampir seluruh negara di dunia, menurut WHO negara - negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima. Bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer.

Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar Husodo (jawa), usada (bali) lontarak pabura (sulawesi selatan) dokumen serat primbon jampi serat racikan boreh wulang dalem dan relief candi borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya (Sukandar, 2006).

Sebelumnya kalian udah pada tau gak apa sih daun sirsak itu?, ya pasti taulahkan ya

Di kalimantan sendiri daun ini sering dikenal dengan sebutan daun nangka belanda, tau gak kenapa namanya daun nangka belanda?, padahal kan sirsak sendiri berasal dari karibia.

Oke sobat mybombay, aku bakalan kasih jawabannya nih, sirsak disebut nangka belanda Karena buah sirsak sampai ke Indonesia dibawa oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda saat zaman penjajahan dulu. Dalam bahasa Belanda, sirsak disebut zuurzak. yang artinya "kantung yang asam". 

Nah guys, udah tau asal usul namanya mari kita lanjutin perkenalan kita sama tanaman yang mempunyai sejuta manfaat ini guys, ehh tapi daunnya ya guys bukan buahnya ehe J.

1.      Pengenalan tentang tanaman sirsak

Tanaman sirsak (Annona muricata Linn.) berasal dari bahasa Belanda, yakni zuurzak berarti kantong asam. Daun sirsak banyak digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit, antara lain : penyakit asma di Andes Peru, diabetes dan kejang di Amozania Peru, daun yang berkualitas adalah daun sirsak dengan kandungan antioksidan yang tinggi terdapat pada daun yang tumbuh pada urutan ke-3 sampai ke-5 dari pangkal batang daun dan dipetik pukul 5-6 pagi. Daun yang terlalu muda belum banyak acetogenin yang terbentuk, sedangkan kadar acetogenins pada daun yang terlalu tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang (zuhut, 2011).

Nah menurut astawan (2008)  Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri adalah sirsak. Hampir semua masyarakat mengetahui buah sirsak, selain rasanya yang manis dan segar ternyata buah ini juga memiliki segudang manfaat terutama untuk kesehatan. Mulai akar, batang, daun, hingga biji ternyata berkhasiat. Daun sirsak yang mengandung flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid ini berpotensi sebagai bahan untuk mencegah penyakit infeksi bakteri. Namun demikian, kajian mengenai sirsak yang kaitannya dengan daya hambat terhadap bakteri E. coli belum pernah dilaporkan.

Masyarakat Indonesia menggunakan daun sirsak sebagai obat herbal untuk mengobati penyakit kanker, yaitu dengan cara meminum air rebusan daun sirsak segar. Air rebusan daun sirsak segar dapat menimbulkan efek panas seperti pada kemoterapi, namun air rebusan daun sirsak ini hanya membunuh sel-sel yang abnormal (kanker) dan membiarkan sel-sel normal tetap tumbuh. Hal ini berbeda dengan efek yang ditimbulkan pada pengobatan kemoterapi, dimana pengobatan kemoterapi ini tidak saja membunuh sel-sel abnormal (kanker) tetapi sel-sel yang normalpun ikut mati (Leny, 2010).



Gambar 1. Ilustrasi daun sirsak yang dijadikan minuman herbal

Dari https://id.theasianparent.com/manfaat-daun-sirsak-untuk-kesehatan


2.      Ciri-ciri tanaman sirsak

Tanaman sirsak termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selama pertumbuhannya. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik mulai dari daratan rendah beriklim kering sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. 1 Sirsak merupakan jenis tanaman yang paling mudah tumbuh di antara jenis-jenis sirsak yang lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman sirsak tumbuh sangat baik pada keadaan iklim bersuhu 22-28 ºC, dengan kelembapan atau RH 60-80 % dan curah hujan berkisar antara 1500-2500 mm pertahun. 2 Tanaman sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 3-10 meter dan berdiameter 10-30 cm. Daun sirsak berbentuk bulat panjang dengan ujung lancip pendek memiliki panjang 8-16 cm, lebar 3-7 cm, bertekstur kasar, daun bagian atas mengkilap hijau dan gundul pucat kusam di bagian bawah daun, berbentuk lateraf saraf dan berbau tajam.  Daun yang berkualitas adalah daun sirsak dengan kandungan antioksidan yang tinggi terdapat pada daun yang tumbuh pada urutan ke-3 sampai urutan ke-5 dari pangkal batang daun dan dipetik pukul 5-6 pagi (chandra, 2018).

Tanaman sirsak (Annona muricata Linn) merupakan tanaman tropis yang buahnya memiliki aroma dan rasa yang khas. Buahnya berduri halus, daging buahnya berwarna putih susu, rasanya manis asam dan memiliki biji kecil berwarna hitam. Klasifikasi tanaman sirsak adalah sebagai berikut1 :

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub divisio : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Polycarpiceae

Familia : Annonaceae

Genus : Annona

Spesies : Annona muricata Linn

3.      Jenis jenis tanaman sirsak

Menurut chandra (2018) Jenis-jenis sirsak yang ada di masyarakat ada bermacam-macam, yaitu :

a.       Sirsak ratu

Sirsak ratu atau disebut juga sirsak manis karena buahnya terasa manis dan lengket ketika menempel dilidah dan memiliki biji yang berukuran kecil. Sirsak ratu berasal dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi sehingga diberi nama sirsak ratu. Berat sirsak ratu ini berkisar antara 200 sampai 1200 gram.

b.      Sirsak irian

Sirsak irian merupakan jenis sirsak hutan karena identik dengan pulau irian yang masih memiliki banyak hutan.

c.       Sirsak asam

Sirsak jenis satu ini memiliki biji yang banyak dan daging buahnya terasa manis dan asam.

d.      Sirsak bali

Sirsak bali mempunyai ciri-ciri yaitu memiliki kulit buah yang licin dan tidak berduri disebut juga sirsak gundul. Sirsak bali ini memiliki ukuran buah yang kecil yaitu berkisar antara 200 sampai 300 gram. Sirsak bali yang sudah masak akan berwarna coklat kekuningan.

e.       Sirsak mandalika

Sirsak jenis mandalika adalah bulat seperti buah nona tetapi memiliki duri. Biji sirsak mandalika berwarna hitam dan banyak Ukuran sirsak ini seperti buah nona dengan daging buah berwarna kuning dan tumbuh liar, belum dibudidayakan, langka dan aneh. Sirsak mandalika ini termasuk dalam buah musiman dan hanya akan berbuah pada bulan Juni sampai Agustus.

f.       Sirsak sabun

Sirsak sabun ini memiliki daging buah berwarna kuning seperti mentega dan berbentuk sebesar buah sukun. Sirsak sabun memiliki kulit berduri pendek dan lunak.

g.      Sirsak ido

Sirsak ido awalnya ditemukan di Cirebon. Sirsak ido memiliki ukuran buahnya hampir 500 mg dengan panjang 20 cm dan berdiameter 12 cm. Daging buah sirsak ido berwarna putih seputih kapas, bertekstur halus dan empuk serta memiliki biji berukuran kecil dan sedikit.

4.      Manfaat daun sirsak

Daun sirsak memang banyak digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan, karena persepsi masyarakat daun sirsak dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya adalah penyakit kanker. Peggunaan daun sirsak dalam pengobatan penyakit kanker sudah sering digunakan oleh masyarakat (Mardiana, 2012).

Daun sirsak dikenal mempunyai sejuta akan manfaat bagi keehatan tubuh kita, banyak masyarakat yang percaya bahwa daun ajaib ini dapat mencegah penyakit kanker karena di dalamnya mengandung suatu senyawa annonaceous acetogenins (Zuhud, 2011).  Menurut Peneliti lain dari sekolah farmasi Osaka University Jepang, Naoto Kojima dalam penelitiannya menemukan dan berhasil mensintesis senyawa itu yang bersifat anti tumor. Selain itu Konima juga mensintesis senyawa ‘Murisolin’dalam daun sirsak yang mempunyai sifat sitotoksik pada sel tumor manusia dengan kemampuan 105 sampai dengan 106 kali adriamycin (obat kemoterapi). Peneliti Indonesia, Profesor Soelaksono Sastrodihardjo Ph.D dari Sekolah dan Ilmu Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung juga telah membuktikan khasiat daun sirsak itu dalam risetnya. Ia bersama Jerry McLaughlin dari Purdue University, Amerika Serikat telah membuktikan ’Acetogenins’ menghambat ATP (adenosina trifosfat). ATP adalah sumber energi di dalam tubuh, dan sel kanker membutuhkan banyak ATP.

Berdasarkan hasil penelitian di atas sudah sangat jelaslah bahwa masyarakat juga menggunakan daun sirsak sebagai obat kanker, meskipun belum ada penelitian yang dilakukan oleh masyarakat, tetapi masyarakat sangat meyakini bahwa daun sirsak dapat menyembuhkan beberapa penyakit salah satunya adalah pengobatan kanker. Kanker memang salah satu penyakit mematikanmu oleh sebab itu banyak jalan yang ditempuh untuk mengobati penyakit kanker, baik pengobatan medis maupun pengobatan tradisional., daun sirsak sangat popular di kalangan masyarakat, untuk mengobati kanker upaya kesehatan yang bermula dititik beratkan pada upaya penyembuhan, secara bertahap berkembang kearah keterpaduan upaya kesehatan secara menyeluruh baik upaya promotif, preventif, kuratif maupun upaya rehabilitatif. Upaya pembangunan nasional yang lain adalah tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keadaan masa depan masyarakat Indonesia atau visi Indonesia sehat 2025 yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduk yang hidup dalam lingkungan dengan salah satunya adalah berperilaku hidup bersih dan sehat (Kemenkes RI, 2010).

Sejak jaman dahulu manusia sangat mengandalkan lingkungan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya misalnya untuk makan, tempat berteduh, pakaian, obat- obatan, pupuk parfum, dan bahkan untuk kecantikan dapat diperoleh dari lingkungan sehingga kekayaan alam disekitar manusia sebenarnya sedemikian rupa sangat bermanfaat dan belum sepenuhnya di gali, dimanfaatkan dan belum atau bahkan di kembangkan (Soenato,2005).

Kesehatan merupakan aset yang paling berharga didunia. Ungkapan tersebut terucap ketika orang tidak sehat lagi, atau dengan kata lain orang tersebut sudah jatuh sakit. Sehat tidaknya seseorang sangat tergantung pada perilaku kehidupan sehari-hari orang tersebut. Oleh karena itu, setiap orang perlu diberikan informasi tentang kesehatan agar dapat menjalankan hidup yang sesuai dengan prinsip kesehatan agar dapat menjalankan hidup yang sesuai dengan prinsip kesehatan (Lautan, dalam Basyar 2005).

Obat herbal telah diterima secara luas dihampir seluruh Negara di dunia, menurut WHO negara-negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima, bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer (WHO, 2003, dalam Andalia, N., 2017).

 Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat. Fakta menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengetahui banyak tanaman berkhasiat. Namun, mereka beranggapan bahwa pengobatan tradisional adalah pengobatan alternatif setelah penyakit tertentu tidak dapat disembuhkan oleh pengobatan medis (Afifah E, 2005).

Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia saat ini sudah cukup luas. Pengobatan tradisional ini terus dikembangkan dan dipelihara sebagai warisan budaya bangsa yang terus ditingkatkan melalui penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan serta penemuan obat-obatan dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Obat tradisional biasanya digunakan dalam bentuk pengobatan sendiri atau sebagai obat yang diperoleh dari pemberi pelayanan pengobatan (Depkes, 2007).

Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar Husodo (jawa), usada (bali) lontarak pabura (sulawesi selatan) dokumen serat primbon jampi serat racikan boreh wulang dalem dan relief candi borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya (Sukandar, 2006).

 Persentase penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat tradisional dan cara tradisional lebih tinggi pada kelompok usia lanjut, pendidikan tidak tamat SD, bekerja, pengeluaran sebulan per orang sampai dengan Rp 300.000, jenis keluhan lumpuh, campak, kejang, kecelakaan dan liver, lama sakit lebih dari 3 hari, persepsi sakit ringan, dan biaya pengobatan lebih dari Rp 10.000 (Badan Pusat Statistik, 2007).






Referensi

Afifah, E. 2005. Ramuan Tradisional Untuk Mengatasi Aneka Penyakit.                             Jakarta:Agromedia Pustaka.

Andalia, N. Safrida, dan Mustafa Sabri (2017). Efektifitas Pemberian                                 Ekstrac Daun Kersen terhadap Struktur Mikroskopis Sel                             Beta Pankreas Tikus Hiperglikemik.                                                               http://jurnal.unsyiah.ac.id/JET/article/view/7148

Astawan, Made. 2008. Sehat Dengan Buah. Bogor: Dian Rakyat.                                       Hlm.186-189

Badan Pusat Statistik. 2007. Memahami Data Strategis yang Dihasilkan                             BPS. Jakarta.

Candra, Jagat Timur and Noor, Tifauzah and Rini Wuri Astuti, Rini Wuri                           Astuti and Setyowati, Setyowati (2018) VARIASI                                         PENCAMPURAN TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona                           muricata Linn) PADA PEMBUATAN COOKIES DITINJAU                  DARI SIFAT FISIK, SIFAT ORGANOLEPTIK DAN                                    KADAR SERAT. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes                           Yogyakarta.   

Depkes RI. 2007.Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta

Leny, S. 2006. Bahan Ajar Metode Fitokimia. Laboratorium Kimia

                        Organik Jurusan Kimia FMIPA Universitas Airlangga :                                Surabaya

          Mardiana, L. (2012). Daun Ajaib Tumpas Penyakit.

https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=G2YUCgAAQAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=daun+sirsak,+obat+tradisional&ots=m322fyUX&sig=CfCsuldVRl3damA8A5_GMWrLj3k&redir_esc=y#v=onepage&q=daun%20sirsak% 2C%20obat%20tradisional&f=false

            Nurlena Andalia Rina Yulian Muhammad Ridhwan. 2018. Persepsi                                                Masyarakat Gampong Lampaya Lhoknga terhadap                                                          Tanaman Sirsak sebagai Pencegah Kanker. Jurnal                                                             kesehatan. Vol. VI, No. 1

Sukandar E. 2006. Panduan Terapi Dialisis. Bandung: Pusat Informasi

Ilmiah Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran/RS Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Soenanto, 2005. Hardi.Musnahkan Penyakit dengan Tanaman Obat.                                   Jakarta: Puspa Swara.

Zuhud, E.Am., 2011. Bukti Kedahsyatan: Sirsak Menumpas Kanker.             https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=hJAX_nOSBLsC&oi=fnd&pg=PA73&dq=daun+sirsak,+obat+tradisional&ots=tqdXEonaLz&sig=VeZabaqIuWb7uDTnnVcwEQSVdE&redir_esc=y#v=onepage&q=daun%20sirsak%2C%20obat%20tradisional& f=false         


 

sel kanker dan zat penghambatnya

Assalamualaikum cabat mybomberku Hii guys mybomberku tersayang! Welcome to my knowledge world kali ini aku bakalan ngeshare t...