Jumat, 20 Maret 2020

sirsak, tanaman ajaib berdaun obat





Assalamualaikum cabat mybomberku


Hii guys mybomberku tersayang!

Welcome to my knowledge world


Terharu deh kalian mau baca blogku ini, thanks banget ya guys, peluk dan cium deh buat kalian ehe, maaf ya kawan-kawan kalau blog aku ini terkesan bosenin, for your info aja guys blog ini blog pertama aku hehe jadi harap wajar jikalau terdapat unsur-unur yang membosankan.  


Menurut andalia (2018) Obat herbal telah diterima secara luas dihampir seluruh negara di dunia, menurut WHO negara - negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima. Bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer.

Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar Husodo (jawa), usada (bali) lontarak pabura (sulawesi selatan) dokumen serat primbon jampi serat racikan boreh wulang dalem dan relief candi borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya (Sukandar, 2006).

Sebelumnya kalian udah pada tau gak apa sih daun sirsak itu?, ya pasti taulahkan ya

Di kalimantan sendiri daun ini sering dikenal dengan sebutan daun nangka belanda, tau gak kenapa namanya daun nangka belanda?, padahal kan sirsak sendiri berasal dari karibia.

Oke sobat mybombay, aku bakalan kasih jawabannya nih, sirsak disebut nangka belanda Karena buah sirsak sampai ke Indonesia dibawa oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda saat zaman penjajahan dulu. Dalam bahasa Belanda, sirsak disebut zuurzak. yang artinya "kantung yang asam". 

Nah guys, udah tau asal usul namanya mari kita lanjutin perkenalan kita sama tanaman yang mempunyai sejuta manfaat ini guys, ehh tapi daunnya ya guys bukan buahnya ehe J.

1.      Pengenalan tentang tanaman sirsak

Tanaman sirsak (Annona muricata Linn.) berasal dari bahasa Belanda, yakni zuurzak berarti kantong asam. Daun sirsak banyak digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit, antara lain : penyakit asma di Andes Peru, diabetes dan kejang di Amozania Peru, daun yang berkualitas adalah daun sirsak dengan kandungan antioksidan yang tinggi terdapat pada daun yang tumbuh pada urutan ke-3 sampai ke-5 dari pangkal batang daun dan dipetik pukul 5-6 pagi. Daun yang terlalu muda belum banyak acetogenin yang terbentuk, sedangkan kadar acetogenins pada daun yang terlalu tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang (zuhut, 2011).

Nah menurut astawan (2008)  Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri adalah sirsak. Hampir semua masyarakat mengetahui buah sirsak, selain rasanya yang manis dan segar ternyata buah ini juga memiliki segudang manfaat terutama untuk kesehatan. Mulai akar, batang, daun, hingga biji ternyata berkhasiat. Daun sirsak yang mengandung flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid ini berpotensi sebagai bahan untuk mencegah penyakit infeksi bakteri. Namun demikian, kajian mengenai sirsak yang kaitannya dengan daya hambat terhadap bakteri E. coli belum pernah dilaporkan.

Masyarakat Indonesia menggunakan daun sirsak sebagai obat herbal untuk mengobati penyakit kanker, yaitu dengan cara meminum air rebusan daun sirsak segar. Air rebusan daun sirsak segar dapat menimbulkan efek panas seperti pada kemoterapi, namun air rebusan daun sirsak ini hanya membunuh sel-sel yang abnormal (kanker) dan membiarkan sel-sel normal tetap tumbuh. Hal ini berbeda dengan efek yang ditimbulkan pada pengobatan kemoterapi, dimana pengobatan kemoterapi ini tidak saja membunuh sel-sel abnormal (kanker) tetapi sel-sel yang normalpun ikut mati (Leny, 2010).



Gambar 1. Ilustrasi daun sirsak yang dijadikan minuman herbal

Dari https://id.theasianparent.com/manfaat-daun-sirsak-untuk-kesehatan


2.      Ciri-ciri tanaman sirsak

Tanaman sirsak termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selama pertumbuhannya. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik mulai dari daratan rendah beriklim kering sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. 1 Sirsak merupakan jenis tanaman yang paling mudah tumbuh di antara jenis-jenis sirsak yang lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman sirsak tumbuh sangat baik pada keadaan iklim bersuhu 22-28 ÂșC, dengan kelembapan atau RH 60-80 % dan curah hujan berkisar antara 1500-2500 mm pertahun. 2 Tanaman sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 3-10 meter dan berdiameter 10-30 cm. Daun sirsak berbentuk bulat panjang dengan ujung lancip pendek memiliki panjang 8-16 cm, lebar 3-7 cm, bertekstur kasar, daun bagian atas mengkilap hijau dan gundul pucat kusam di bagian bawah daun, berbentuk lateraf saraf dan berbau tajam.  Daun yang berkualitas adalah daun sirsak dengan kandungan antioksidan yang tinggi terdapat pada daun yang tumbuh pada urutan ke-3 sampai urutan ke-5 dari pangkal batang daun dan dipetik pukul 5-6 pagi (chandra, 2018).

Tanaman sirsak (Annona muricata Linn) merupakan tanaman tropis yang buahnya memiliki aroma dan rasa yang khas. Buahnya berduri halus, daging buahnya berwarna putih susu, rasanya manis asam dan memiliki biji kecil berwarna hitam. Klasifikasi tanaman sirsak adalah sebagai berikut1 :

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub divisio : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Polycarpiceae

Familia : Annonaceae

Genus : Annona

Spesies : Annona muricata Linn

3.      Jenis jenis tanaman sirsak

Menurut chandra (2018) Jenis-jenis sirsak yang ada di masyarakat ada bermacam-macam, yaitu :

a.       Sirsak ratu

Sirsak ratu atau disebut juga sirsak manis karena buahnya terasa manis dan lengket ketika menempel dilidah dan memiliki biji yang berukuran kecil. Sirsak ratu berasal dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi sehingga diberi nama sirsak ratu. Berat sirsak ratu ini berkisar antara 200 sampai 1200 gram.

b.      Sirsak irian

Sirsak irian merupakan jenis sirsak hutan karena identik dengan pulau irian yang masih memiliki banyak hutan.

c.       Sirsak asam

Sirsak jenis satu ini memiliki biji yang banyak dan daging buahnya terasa manis dan asam.

d.      Sirsak bali

Sirsak bali mempunyai ciri-ciri yaitu memiliki kulit buah yang licin dan tidak berduri disebut juga sirsak gundul. Sirsak bali ini memiliki ukuran buah yang kecil yaitu berkisar antara 200 sampai 300 gram. Sirsak bali yang sudah masak akan berwarna coklat kekuningan.

e.       Sirsak mandalika

Sirsak jenis mandalika adalah bulat seperti buah nona tetapi memiliki duri. Biji sirsak mandalika berwarna hitam dan banyak Ukuran sirsak ini seperti buah nona dengan daging buah berwarna kuning dan tumbuh liar, belum dibudidayakan, langka dan aneh. Sirsak mandalika ini termasuk dalam buah musiman dan hanya akan berbuah pada bulan Juni sampai Agustus.

f.       Sirsak sabun

Sirsak sabun ini memiliki daging buah berwarna kuning seperti mentega dan berbentuk sebesar buah sukun. Sirsak sabun memiliki kulit berduri pendek dan lunak.

g.      Sirsak ido

Sirsak ido awalnya ditemukan di Cirebon. Sirsak ido memiliki ukuran buahnya hampir 500 mg dengan panjang 20 cm dan berdiameter 12 cm. Daging buah sirsak ido berwarna putih seputih kapas, bertekstur halus dan empuk serta memiliki biji berukuran kecil dan sedikit.

4.      Manfaat daun sirsak

Daun sirsak memang banyak digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan, karena persepsi masyarakat daun sirsak dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya adalah penyakit kanker. Peggunaan daun sirsak dalam pengobatan penyakit kanker sudah sering digunakan oleh masyarakat (Mardiana, 2012).

Daun sirsak dikenal mempunyai sejuta akan manfaat bagi keehatan tubuh kita, banyak masyarakat yang percaya bahwa daun ajaib ini dapat mencegah penyakit kanker karena di dalamnya mengandung suatu senyawa annonaceous acetogenins (Zuhud, 2011).  Menurut Peneliti lain dari sekolah farmasi Osaka University Jepang, Naoto Kojima dalam penelitiannya menemukan dan berhasil mensintesis senyawa itu yang bersifat anti tumor. Selain itu Konima juga mensintesis senyawa ‘Murisolin’dalam daun sirsak yang mempunyai sifat sitotoksik pada sel tumor manusia dengan kemampuan 105 sampai dengan 106 kali adriamycin (obat kemoterapi). Peneliti Indonesia, Profesor Soelaksono Sastrodihardjo Ph.D dari Sekolah dan Ilmu Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung juga telah membuktikan khasiat daun sirsak itu dalam risetnya. Ia bersama Jerry McLaughlin dari Purdue University, Amerika Serikat telah membuktikan ’Acetogenins’ menghambat ATP (adenosina trifosfat). ATP adalah sumber energi di dalam tubuh, dan sel kanker membutuhkan banyak ATP.

Berdasarkan hasil penelitian di atas sudah sangat jelaslah bahwa masyarakat juga menggunakan daun sirsak sebagai obat kanker, meskipun belum ada penelitian yang dilakukan oleh masyarakat, tetapi masyarakat sangat meyakini bahwa daun sirsak dapat menyembuhkan beberapa penyakit salah satunya adalah pengobatan kanker. Kanker memang salah satu penyakit mematikanmu oleh sebab itu banyak jalan yang ditempuh untuk mengobati penyakit kanker, baik pengobatan medis maupun pengobatan tradisional., daun sirsak sangat popular di kalangan masyarakat, untuk mengobati kanker upaya kesehatan yang bermula dititik beratkan pada upaya penyembuhan, secara bertahap berkembang kearah keterpaduan upaya kesehatan secara menyeluruh baik upaya promotif, preventif, kuratif maupun upaya rehabilitatif. Upaya pembangunan nasional yang lain adalah tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keadaan masa depan masyarakat Indonesia atau visi Indonesia sehat 2025 yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduk yang hidup dalam lingkungan dengan salah satunya adalah berperilaku hidup bersih dan sehat (Kemenkes RI, 2010).

Sejak jaman dahulu manusia sangat mengandalkan lingkungan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya misalnya untuk makan, tempat berteduh, pakaian, obat- obatan, pupuk parfum, dan bahkan untuk kecantikan dapat diperoleh dari lingkungan sehingga kekayaan alam disekitar manusia sebenarnya sedemikian rupa sangat bermanfaat dan belum sepenuhnya di gali, dimanfaatkan dan belum atau bahkan di kembangkan (Soenato,2005).

Kesehatan merupakan aset yang paling berharga didunia. Ungkapan tersebut terucap ketika orang tidak sehat lagi, atau dengan kata lain orang tersebut sudah jatuh sakit. Sehat tidaknya seseorang sangat tergantung pada perilaku kehidupan sehari-hari orang tersebut. Oleh karena itu, setiap orang perlu diberikan informasi tentang kesehatan agar dapat menjalankan hidup yang sesuai dengan prinsip kesehatan agar dapat menjalankan hidup yang sesuai dengan prinsip kesehatan (Lautan, dalam Basyar 2005).

Obat herbal telah diterima secara luas dihampir seluruh Negara di dunia, menurut WHO negara-negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima, bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer (WHO, 2003, dalam Andalia, N., 2017).

 Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat. Fakta menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengetahui banyak tanaman berkhasiat. Namun, mereka beranggapan bahwa pengobatan tradisional adalah pengobatan alternatif setelah penyakit tertentu tidak dapat disembuhkan oleh pengobatan medis (Afifah E, 2005).

Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia saat ini sudah cukup luas. Pengobatan tradisional ini terus dikembangkan dan dipelihara sebagai warisan budaya bangsa yang terus ditingkatkan melalui penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan serta penemuan obat-obatan dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Obat tradisional biasanya digunakan dalam bentuk pengobatan sendiri atau sebagai obat yang diperoleh dari pemberi pelayanan pengobatan (Depkes, 2007).

Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar Husodo (jawa), usada (bali) lontarak pabura (sulawesi selatan) dokumen serat primbon jampi serat racikan boreh wulang dalem dan relief candi borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya (Sukandar, 2006).

 Persentase penduduk Indonesia yang melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat tradisional dan cara tradisional lebih tinggi pada kelompok usia lanjut, pendidikan tidak tamat SD, bekerja, pengeluaran sebulan per orang sampai dengan Rp 300.000, jenis keluhan lumpuh, campak, kejang, kecelakaan dan liver, lama sakit lebih dari 3 hari, persepsi sakit ringan, dan biaya pengobatan lebih dari Rp 10.000 (Badan Pusat Statistik, 2007).






Referensi

Afifah, E. 2005. Ramuan Tradisional Untuk Mengatasi Aneka Penyakit.                             Jakarta:Agromedia Pustaka.

Andalia, N. Safrida, dan Mustafa Sabri (2017). Efektifitas Pemberian                                 Ekstrac Daun Kersen terhadap Struktur Mikroskopis Sel                             Beta Pankreas Tikus Hiperglikemik.                                                               http://jurnal.unsyiah.ac.id/JET/article/view/7148

Astawan, Made. 2008. Sehat Dengan Buah. Bogor: Dian Rakyat.                                       Hlm.186-189

Badan Pusat Statistik. 2007. Memahami Data Strategis yang Dihasilkan                             BPS. Jakarta.

Candra, Jagat Timur and Noor, Tifauzah and Rini Wuri Astuti, Rini Wuri                           Astuti and Setyowati, Setyowati (2018) VARIASI                                         PENCAMPURAN TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona                           muricata Linn) PADA PEMBUATAN COOKIES DITINJAU                  DARI SIFAT FISIK, SIFAT ORGANOLEPTIK DAN                                    KADAR SERAT. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes                           Yogyakarta.   

Depkes RI. 2007.Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta

Leny, S. 2006. Bahan Ajar Metode Fitokimia. Laboratorium Kimia

                        Organik Jurusan Kimia FMIPA Universitas Airlangga :                                Surabaya

          Mardiana, L. (2012). Daun Ajaib Tumpas Penyakit.

https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=G2YUCgAAQAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=daun+sirsak,+obat+tradisional&ots=m322fyUX&sig=CfCsuldVRl3damA8A5_GMWrLj3k&redir_esc=y#v=onepage&q=daun%20sirsak% 2C%20obat%20tradisional&f=false

            Nurlena Andalia Rina Yulian Muhammad Ridhwan. 2018. Persepsi                                                Masyarakat Gampong Lampaya Lhoknga terhadap                                                          Tanaman Sirsak sebagai Pencegah Kanker. Jurnal                                                             kesehatan. Vol. VI, No. 1

Sukandar E. 2006. Panduan Terapi Dialisis. Bandung: Pusat Informasi

Ilmiah Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran/RS Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Soenanto, 2005. Hardi.Musnahkan Penyakit dengan Tanaman Obat.                                   Jakarta: Puspa Swara.

Zuhud, E.Am., 2011. Bukti Kedahsyatan: Sirsak Menumpas Kanker.             https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=hJAX_nOSBLsC&oi=fnd&pg=PA73&dq=daun+sirsak,+obat+tradisional&ots=tqdXEonaLz&sig=VeZabaqIuWb7uDTnnVcwEQSVdE&redir_esc=y#v=onepage&q=daun%20sirsak%2C%20obat%20tradisional& f=false         


 

sel kanker dan zat penghambatnya

Assalamualaikum cabat mybomberku Hii guys mybomberku tersayang! Welcome to my knowledge world kali ini aku bakalan ngeshare t...