Assalamualaikum cabat mybomberku
Hii guys mybomberku tersayang!
Welcome to my knowledge world
Terharu deh kalian mau baca blogku ini,
thanks banget ya guys, peluk dan cium deh buat kalian ehe, maaf ya kawan-kawan
kalau blog aku ini terkesan bosenin, for your info aja guys blog ini blog
pertama aku hehe jadi harap wajar jikalau terdapat unsur-unur yang membosankan.
Menurut andalia (2018)
Obat herbal telah diterima secara luas dihampir seluruh negara di dunia,
menurut WHO negara - negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat
herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima. Bahkan di
Afrika, sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan
primer.
Penggunaan bahan alam
sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita
sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar
Husodo (jawa), usada (bali) lontarak pabura (sulawesi selatan) dokumen serat primbon
jampi serat racikan boreh wulang dalem dan relief candi borobudur yang
menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan
bakunya (Sukandar, 2006).
Sebelumnya kalian udah
pada tau gak apa sih daun sirsak itu?, ya pasti taulahkan ya
Di kalimantan sendiri
daun ini sering dikenal dengan sebutan daun nangka belanda, tau gak kenapa
namanya daun nangka belanda?, padahal kan sirsak sendiri berasal dari karibia.
Oke sobat mybombay, aku
bakalan kasih jawabannya nih, sirsak disebut nangka belanda Karena buah sirsak
sampai ke Indonesia dibawa oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda saat zaman
penjajahan dulu. Dalam bahasa Belanda, sirsak disebut zuurzak. yang
artinya "kantung yang asam".
Nah guys, udah tau asal
usul namanya mari kita lanjutin perkenalan kita sama tanaman yang mempunyai
sejuta manfaat ini guys, ehh tapi daunnya ya guys bukan buahnya ehe J.
1.
Pengenalan tentang tanaman sirsak
Tanaman sirsak (Annona
muricata Linn.) berasal dari bahasa Belanda, yakni zuurzak berarti kantong asam.
Daun sirsak banyak digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai
penyakit, antara lain : penyakit asma di Andes Peru, diabetes dan kejang di
Amozania Peru, daun yang berkualitas adalah daun sirsak dengan kandungan
antioksidan yang tinggi terdapat pada daun yang tumbuh pada urutan ke-3 sampai
ke-5 dari pangkal batang daun dan dipetik pukul 5-6 pagi. Daun yang terlalu
muda belum banyak acetogenin yang terbentuk, sedangkan
kadar acetogenins pada daun yang terlalu tua sudah mulai rusak
sehingga kadarnya berkurang (zuhut, 2011).
Nah menurut astawan
(2008) Salah satu tumbuhan yang
berkhasiat sebagai antibakteri adalah sirsak. Hampir semua masyarakat
mengetahui buah sirsak, selain rasanya yang manis dan segar ternyata buah ini
juga memiliki segudang manfaat terutama untuk kesehatan. Mulai akar, batang,
daun, hingga biji ternyata berkhasiat. Daun sirsak yang mengandung flavonoid,
saponin, tanin dan alkaloid ini berpotensi sebagai bahan untuk mencegah
penyakit infeksi bakteri. Namun demikian, kajian mengenai sirsak yang kaitannya
dengan daya hambat terhadap bakteri E. coli belum pernah dilaporkan.
Masyarakat Indonesia
menggunakan daun sirsak sebagai obat herbal untuk mengobati penyakit kanker,
yaitu dengan cara meminum air rebusan daun sirsak segar. Air rebusan daun
sirsak segar dapat menimbulkan efek panas seperti pada kemoterapi, namun air
rebusan daun sirsak ini hanya membunuh sel-sel yang abnormal (kanker) dan
membiarkan sel-sel normal tetap tumbuh. Hal ini berbeda dengan efek yang
ditimbulkan pada pengobatan kemoterapi, dimana pengobatan kemoterapi ini tidak
saja membunuh sel-sel abnormal (kanker) tetapi sel-sel yang normalpun ikut mati
(Leny, 2010).
Gambar 1. Ilustrasi daun sirsak yang dijadikan minuman herbal
Dari
https://id.theasianparent.com/manfaat-daun-sirsak-untuk-kesehatan
2.
Ciri-ciri tanaman sirsak
Tanaman sirsak termasuk
tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun, apabila air
tanah mencukupi selama pertumbuhannya. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar dan
tumbuh baik mulai dari daratan rendah beriklim kering sampai daerah basah
dengan ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. 1 Sirsak merupakan jenis
tanaman yang paling mudah tumbuh di antara jenis-jenis sirsak yang lainnya dan
memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman sirsak tumbuh sangat
baik pada keadaan iklim bersuhu 22-28 ÂșC, dengan kelembapan atau RH 60-80 % dan
curah hujan berkisar antara 1500-2500 mm pertahun. 2 Tanaman sirsak berbentuk
perdu atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 3-10 meter dan berdiameter 10-30
cm. Daun sirsak berbentuk bulat panjang dengan ujung lancip pendek memiliki
panjang 8-16 cm, lebar 3-7 cm, bertekstur kasar, daun bagian atas mengkilap
hijau dan gundul pucat kusam di bagian bawah daun, berbentuk lateraf saraf dan
berbau tajam. Daun yang berkualitas
adalah daun sirsak dengan kandungan antioksidan yang tinggi terdapat pada daun
yang tumbuh pada urutan ke-3 sampai urutan ke-5 dari pangkal batang daun dan
dipetik pukul 5-6 pagi (chandra, 2018).
Tanaman sirsak (Annona
muricata Linn) merupakan tanaman tropis yang buahnya memiliki aroma dan rasa
yang khas. Buahnya berduri halus, daging buahnya berwarna putih susu, rasanya
manis asam dan memiliki biji kecil berwarna hitam. Klasifikasi tanaman sirsak
adalah sebagai berikut1 :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Polycarpiceae
Familia : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies : Annona muricata Linn
3.
Jenis jenis tanaman sirsak
Menurut chandra (2018) Jenis-jenis
sirsak yang ada di masyarakat ada bermacam-macam, yaitu :
a. Sirsak
ratu
Sirsak ratu atau disebut juga sirsak manis karena
buahnya terasa manis dan lengket ketika menempel dilidah dan memiliki biji yang
berukuran kecil. Sirsak ratu berasal dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi sehingga
diberi nama sirsak ratu. Berat sirsak ratu ini berkisar antara 200 sampai 1200
gram.
b. Sirsak
irian
Sirsak irian merupakan jenis sirsak hutan karena
identik dengan pulau irian yang masih memiliki banyak hutan.
c. Sirsak
asam
Sirsak jenis satu ini memiliki biji yang banyak dan
daging buahnya terasa manis dan asam.
d. Sirsak
bali
Sirsak bali mempunyai ciri-ciri yaitu memiliki kulit
buah yang licin dan tidak berduri disebut juga sirsak gundul. Sirsak bali ini
memiliki ukuran buah yang kecil yaitu berkisar antara 200 sampai 300 gram. Sirsak
bali yang sudah masak akan berwarna coklat kekuningan.
e. Sirsak
mandalika
Sirsak jenis mandalika adalah bulat seperti buah
nona tetapi memiliki duri. Biji sirsak mandalika berwarna hitam dan banyak Ukuran
sirsak ini seperti buah nona dengan daging buah berwarna kuning dan tumbuh liar,
belum dibudidayakan, langka dan aneh. Sirsak mandalika ini termasuk dalam buah
musiman dan hanya akan berbuah pada bulan Juni sampai Agustus.
f. Sirsak
sabun
Sirsak sabun ini memiliki daging buah berwarna
kuning seperti mentega dan berbentuk sebesar buah sukun. Sirsak sabun memiliki kulit
berduri pendek dan lunak.
g. Sirsak
ido
Sirsak ido awalnya ditemukan di Cirebon. Sirsak ido
memiliki ukuran buahnya hampir 500 mg dengan panjang 20 cm dan berdiameter 12
cm. Daging buah sirsak ido berwarna putih seputih kapas, bertekstur halus dan
empuk serta memiliki biji berukuran kecil dan sedikit.
4.
Manfaat daun sirsak
Daun sirsak memang
banyak digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan, karena persepsi masyarakat
daun sirsak dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya adalah penyakit
kanker. Peggunaan daun sirsak dalam pengobatan penyakit kanker sudah sering
digunakan oleh masyarakat (Mardiana, 2012).
Daun sirsak dikenal
mempunyai sejuta akan manfaat bagi keehatan tubuh kita, banyak masyarakat yang
percaya bahwa daun ajaib ini dapat mencegah penyakit kanker karena di dalamnya
mengandung suatu senyawa annonaceous acetogenins (Zuhud, 2011). Menurut Peneliti lain dari sekolah farmasi
Osaka University Jepang, Naoto Kojima dalam penelitiannya menemukan dan
berhasil mensintesis senyawa itu yang bersifat anti tumor. Selain itu Konima
juga mensintesis senyawa ‘Murisolin’dalam daun sirsak yang mempunyai sifat
sitotoksik pada sel tumor manusia dengan kemampuan 105 sampai dengan 106 kali
adriamycin (obat kemoterapi). Peneliti Indonesia, Profesor Soelaksono
Sastrodihardjo Ph.D dari Sekolah dan Ilmu Teknologi Hayati Institut Teknologi
Bandung juga telah membuktikan khasiat daun sirsak itu dalam risetnya. Ia
bersama Jerry McLaughlin dari Purdue University, Amerika Serikat telah
membuktikan ’Acetogenins’ menghambat ATP (adenosina trifosfat). ATP adalah
sumber energi di dalam tubuh, dan sel kanker membutuhkan banyak ATP.
Berdasarkan hasil
penelitian di atas sudah sangat jelaslah bahwa masyarakat juga menggunakan daun
sirsak sebagai obat kanker, meskipun belum ada penelitian yang dilakukan oleh
masyarakat, tetapi masyarakat sangat meyakini bahwa daun sirsak dapat
menyembuhkan beberapa penyakit salah satunya adalah pengobatan kanker. Kanker
memang salah satu penyakit mematikanmu oleh sebab itu banyak jalan yang
ditempuh untuk mengobati penyakit kanker, baik pengobatan medis maupun
pengobatan tradisional., daun sirsak sangat popular di kalangan masyarakat,
untuk mengobati kanker upaya kesehatan yang bermula dititik beratkan pada upaya
penyembuhan, secara bertahap berkembang kearah keterpaduan upaya kesehatan
secara menyeluruh baik upaya promotif, preventif, kuratif maupun upaya rehabilitatif.
Upaya pembangunan nasional yang lain adalah tercapainya kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang optimal. Keadaan masa depan masyarakat Indonesia atau visi
Indonesia sehat 2025 yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah
terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduk yang
hidup dalam lingkungan dengan salah satunya adalah berperilaku hidup bersih dan
sehat (Kemenkes RI, 2010).
Sejak jaman dahulu
manusia sangat mengandalkan lingkungan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya
misalnya untuk makan, tempat berteduh, pakaian, obat- obatan, pupuk parfum, dan
bahkan untuk kecantikan dapat diperoleh dari lingkungan sehingga kekayaan alam
disekitar manusia sebenarnya sedemikian rupa sangat bermanfaat dan belum
sepenuhnya di gali, dimanfaatkan dan belum atau bahkan di kembangkan
(Soenato,2005).
Kesehatan merupakan
aset yang paling berharga didunia. Ungkapan tersebut terucap ketika orang tidak
sehat lagi, atau dengan kata lain orang tersebut sudah jatuh sakit. Sehat
tidaknya seseorang sangat tergantung pada perilaku kehidupan sehari-hari orang
tersebut. Oleh karena itu, setiap orang perlu diberikan informasi tentang
kesehatan agar dapat menjalankan hidup yang sesuai dengan prinsip kesehatan
agar dapat menjalankan hidup yang sesuai dengan prinsip kesehatan (Lautan,
dalam Basyar 2005).
Obat herbal telah
diterima secara luas dihampir seluruh Negara di dunia, menurut WHO
negara-negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai
pelengkap pengobatan primer yang mereka terima, bahkan di Afrika, sebanyak 80%
dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer (WHO, 2003, dalam
Andalia, N., 2017).
Faktor pendorong terjadinya peningkatan
penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih
panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat. Fakta menunjukkan bahwa
masyarakat sudah mengetahui banyak tanaman berkhasiat. Namun, mereka
beranggapan bahwa pengobatan tradisional adalah pengobatan alternatif setelah
penyakit tertentu tidak dapat disembuhkan oleh pengobatan medis (Afifah E,
2005).
Pemanfaatan obat
tradisional di Indonesia saat ini sudah cukup luas. Pengobatan tradisional ini
terus dikembangkan dan dipelihara sebagai warisan budaya bangsa yang terus
ditingkatkan melalui penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan serta
penemuan obat-obatan dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Obat
tradisional biasanya digunakan dalam bentuk pengobatan sendiri atau sebagai
obat yang diperoleh dari pemberi pelayanan pengobatan (Depkes, 2007).
Penggunaan bahan alam
sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita
sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar
Husodo (jawa), usada (bali) lontarak pabura (sulawesi selatan) dokumen serat
primbon jampi serat racikan boreh wulang dalem dan relief candi borobudur yang
menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan
bakunya (Sukandar, 2006).
Persentase penduduk Indonesia yang melakukan
pengobatan sendiri menggunakan obat tradisional dan cara tradisional lebih
tinggi pada kelompok usia lanjut, pendidikan tidak tamat SD, bekerja,
pengeluaran sebulan per orang sampai dengan Rp 300.000, jenis keluhan lumpuh,
campak, kejang, kecelakaan dan liver, lama sakit lebih dari 3 hari, persepsi
sakit ringan, dan biaya pengobatan lebih dari Rp 10.000 (Badan Pusat Statistik,
2007).
Referensi
Afifah,
E. 2005. Ramuan Tradisional Untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Jakarta:Agromedia
Pustaka.
Andalia,
N. Safrida, dan Mustafa Sabri (2017). Efektifitas Pemberian Ekstrac Daun
Kersen terhadap Struktur Mikroskopis Sel Beta
Pankreas Tikus Hiperglikemik. http://jurnal.unsyiah.ac.id/JET/article/view/7148
Astawan,
Made. 2008. Sehat Dengan Buah. Bogor: Dian Rakyat. Hlm.186-189
Badan
Pusat Statistik. 2007. Memahami Data Strategis yang Dihasilkan BPS. Jakarta.
Candra,
Jagat Timur and Noor, Tifauzah and Rini Wuri Astuti, Rini
Wuri Astuti and Setyowati,
Setyowati (2018) VARIASI PENCAMPURAN
TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata
Linn) PADA PEMBUATAN COOKIES DITINJAU DARI
SIFAT FISIK, SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KADAR
SERAT. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Depkes
RI. 2007.Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta
Leny,
S. 2006. Bahan Ajar Metode Fitokimia. Laboratorium Kimia
Organik Jurusan Kimia
FMIPA Universitas Airlangga : Surabaya
Mardiana, L. (2012). Daun Ajaib Tumpas Penyakit.
https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=G2YUCgAAQAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=daun+sirsak,+obat+tradisional&ots=m322fyUX&sig=CfCsuldVRl3damA8A5_GMWrLj3k&redir_esc=y#v=onepage&q=daun%20sirsak%
2C%20obat%20tradisional&f=false
Nurlena
Andalia Rina Yulian Muhammad Ridhwan. 2018. Persepsi
Masyarakat Gampong Lampaya Lhoknga
terhadap Tanaman Sirsak sebagai Pencegah
Kanker. Jurnal kesehatan. Vol. VI, No. 1
Sukandar
E. 2006. Panduan Terapi Dialisis. Bandung: Pusat Informasi
Ilmiah Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas
Kedokteran Universitas Padjajaran/RS Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Soenanto,
2005. Hardi.Musnahkan Penyakit dengan Tanaman Obat. Jakarta: Puspa Swara.
Zuhud, E.Am., 2011. Bukti Kedahsyatan: Sirsak
Menumpas Kanker. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=hJAX_nOSBLsC&oi=fnd&pg=PA73&dq=daun+sirsak,+obat+tradisional&ots=tqdXEonaLz&sig=VeZabaqIuWb7uDTnnVcwEQSVdE&redir_esc=y#v=onepage&q=daun%20sirsak%2C%20obat%20tradisional&
f=false
