Assalamualaikum cabat mybomberku
Hii guys mybomberku tersayang!
Welcome to my knowledge world
kali ini aku bakalan ngeshare tentang seputar pengerian apasih itu sel kanker?
kenapa sih sel kanker dapat tumbuh dan faktor penyebabnya?
lalu adakah zat aktif alami yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh?
nah kira-kira seperti itulah hal yang akan kita bahas di bawah ini
semoga bermanfaat guys, HAPPY READING <3 :)
I.
pendahuluan
I.1.
Latar
Belakang
Era
globalisasi,informasi, dan komunikasi membawa dampak di berbagai bidang
kehidupan manusia.Dampak tersebut terlihat dengan adanya kemajuan teknologi
pada berbagai bidang, antara lain bidang komputer. Komputer merupakan kumpulan
perangkat keras dan lunak yang mempermudah melaksanakan pekerjaan manusia guna
mempercepat dalam suatu pengambilan keputusan. Hampir semua kehidupan manusia
dapat memanfaatkan keberadaan komputer, sehingga pekerjaan menjadi lebih
efisien dan akurat. Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat diperlukan pada
suatu aktivitas untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Terutama untuk
pemilihan penyakit dan obat pada sebuah klinik kesehatan, agar permasalahan sedikitnya
jam praktek dokter dan kurangnya tenaga ahli untuk menentukan diagnosis dan
dosis obat anak bisa teratasi. Karena pengambilan keputusan yang tepat akan
sangat berpengaruh pada proses selanjutnya (Mawaddah dan Fauzi, 2018).
Kesehatan menjadi hal
yang sangat penting mengingat inilah modal awal setiap orang melakukan kegiatan
dan berusaha memenuhi kebutuhannya. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari
badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
sosial dan ekonomis. Banyak usaha yang dilakukan seseorang untuk menjaga
kesehatannya secara maksimal, antara lain dengan melakukan olah raga, menjaga
pola makan dan bahkan mengonsumsi vitamin atau jamu-jamuan. Usaha ini dilakukan
demi menjaga stamina tubuhnya agar tetap prima.
World
Health Organization (WHO), mendefinisikan kesehatan sebagai
suatu keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang lengkap, bukan hanya
ketiadaan penyakit atau kelemahan. Hal ini di dukung oleh Ferris yang
menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan mental dan fisik yang sejahtera,
bukan hanya tidak memiliki penyakit dan cacat. Sehat berarti dalam keadaan
positif dari fisik, mental dan kesejahteraan sosial, bukan sekedar tidak adanya
cedera atau penyakit yang bervariasi dari waktu ke waktu. Preedy dan Watson menyatakan
bahwa kesehatan merupakan kesejahteraan disegala dimensi, yaitu fisik, mental
dan sosial (Mawaddah dan Fauzi, 2018).
Dewasa ini muncul
berbagai macam penyakit, penyebabnyapun beragam, ada yang disebabkan oleh
virus, bakteri, makanan, lingkungan ataupun faktor keturunan dalam anggota
keluarga. Penyakit dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu penyakit menular,
penyakit tidak menular dan penyakit kronis . Penyakit menular adalah penyakit
yang disebabkan oleh agen biologis (seperti virus, bakteri atau parasit) bukan
disebabkan oleh faktor fisik atau kimia. Penyakit yang tergolong penyakit
menular misalnya : antraks, cacingan, cacar air, campak, demam berdarah, diare,
hepatitis, influenza, malaria,
penyakit kulit, HIV, flu burung dan sebagainya. Penyakit tidak menular adalah
penyakit yang disebabkan oleh masalah fisiologis atau metabolisme pada jaringan
tubuh manusia. Penyakit tersebut misalnya batuk, sariawan, sakit perut dan
lainlain. Penyakit kronis adalah penyakit yang berlangsung sangat lama. Beberapa
penyakit kronis dapat menyebabkan kematian pada penderitanya, antara lain :
AIDS, serangan jantung dan kanker.
I.2.
Rumusan
Masalah
a. Apa
itu sel kanker ?
b. Hal
apa sajakah yang menyebabkan sel kanker
tumbuh ?
c. Zat
apa yang berpotensi sebagai penghambat sel kanker?
I.3.
tujuan
a. mengetahui
apa itu sel kanker
b. mengetahui
faktor – faktor yang dapat menyebabkan sel kanker
c. mengetahui
zat yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker
II.
pembahasan
Kanker adalah
sel-sel jaringan tubuh yang menjadi ganas yang ditandai oleh pembelahan sel
dengan cepat dan tidak terkendali membentuk sel sejenis dengan sel asalnya,
namun dalam bentuk primitif dan tidak sempurna . “Cancer
is a process whereby uncontrolled cell multiplication produces a tumor that can
invade adjacent tissues and metastasize”, artinya suatu proses
pelipatgandaan sel yang tidak terkendali dan menghasilkan tumor yang menyerang
jaringan-jaringan yang ada didekatnya dan bermetastatis. 12% seluruh kematian
disebabkan oleh kanker yang merupakan pembunuh nomor dua setelah penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian
kedua di negara maju (Pratiwi, 2012).
Kanker merupakan
salah satu penyakit utama penyebab kematian di dunia. Pada 2012 diperkirakan
terdapat 14 juta kasus baru kanker dan 8,2 juta kematian akibat kanker di
dunia. Health Organization (WHO)
melaporkan lima besar jenis kanker yang ditemukan pada laki-laki di dunia pada
2012, yaitu kanker paru, prostat, kolorektum, kanker perut (stomach cancer), dan kanker hati.
Sedangkan pada perempuan yang terbanyak adalah kanker payudara, kolorektum,
paru-paru, serviks, serta kanker perut (stomach
cancer). Sepertiga kematian akibat kanker berhubungan dengan 5 kebiasaan
gaya hidup dan pola makan. Kelima faktor tersebut yaitu obesitas, diet rendah
sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, dan penggunaan
alkohol. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penyebab kematian pada
kanker secara umum (20%). Sedangkan untuk kanker paru, tembakau merupakan
faktor risiko penyebab kematian pada kanker paru yang paling dominan (70%). Diperkirakan
akan terjadi peningkatan kasus baru kanker sebesar 70% dalam 20 tahun
mendatang. Seiring dengan bertambahnya waktu, telah terjadi pergeseran pola
kejadian kanker di dunia, di mana kejadian kanker telah bergeser ke negara
dengan penghasilan menegah ke bawah. Saat ini, kejadian kasus baru kanker di dunia
mencapai 57% dan 65% kematian akibat kanker terjadi di negara dengan
penghasilan menengah ke bawah (Indrati, R, 2005).
Angka kematian
akibat kanker lebih tinggi di negara berkembang dibandingkan dengan negara
maju. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan faktor risiko dan keberhasilan
penanganan deteksi, serta ketersediaan pengobatan. Kanker paru-paru adalah
penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan laki-laki di negara maju dan
negara berkembang. Sedangkan untuk perempuan, kanker payudara menjadi kematin
terbanyak, baik di negara maju maupun berkembang. Penyebab utama lain dari
kematian akibat kanker di negara-negara maju adalah kanker kolorektal pada
laki-laki dan perempuan serta kanker prostat pada laki-laki. Di negara
berkembang, kanker hati dan kanker perut merupakan jenis kanker yang paling
banyak menyebabkan kematian di antara laki-laki. Sedangkan kanker serviks uteri
merupakan kanker terbanyak penyebab kematian pada perempuan di negara
berkembang (Pratiwi, 2012).
Adapun faktor
risiko yang terkait dengan kanker paru-paru, kolorektum, lambung, dan kanker
hati adalah penggunaan tembakau. Sedangkan yang berhubungan dengan kurangnya
aktivitas fisik dan obesitas adalah kanker payudara serta kolorektal. Untuk
faktor risiko infeksi berkaitan dengan kanker hati, lambung, dan kanker serviks
uteri. Sebagian besar kasus kanker dan kematian dapat dicegah dengan menerapkan
langkah-langkah pencegahan yang efektif, seperti pengendalian tembakau,
vaksinasi, dan penggunaan tes deteksi dini. Berdasarkan strategi berbasis bukti
(Eviden-Based Strategy), kejadian
kanker dapat dicegah dan dikontrol hingga 30% dengan cara memodifikasi atau
menghindari faktor risiko kunci. Dengan menghindari atau memodifikasi faktor
risiko kunci yang telah dikaji oleh International
Cancer Collaboration (Daniel et al: 2005) di WHO, diharapkan angka
kesakitan dan kematian akibat kanker dapat dikontrol. Faktor risiko kunci
tersebut adalah penggunaan tembakau, obesitas, asupan rendah sayur dan buah,
kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, sex
transmitted human papilloma virus infection, polusi udara di kota, dan
produksi asap yang menggunakan bahan bakar padat dalam rumah tangga (Dewi, 2017).
Tingginya
prevalensi kanker tersebut mendorong semakin berkembangnya ilmu pengetahuan
terkait bagaimana tatalaksana kanker, baik menggunakan kemoterapi, hormonal,
radiasi maupun pembedahan. Akan tetapi tatalaksana tersebut masih meninggalkan
beberapa masalah yaitu efek samping yang ditimbulkan. Oleh karena itu sangat
dibutuhkan pengembangan untuk menciptakan suatu antikanker baru yang memiliki
aktivitas efektif dan selektif serta aman bagi tubuh
Proses
terbentuknya neoplasma atau kanker disebut karsinogenesis.
Karsinogenesis merupakan proses
bertahap yang terjadi akibat akumulasi perubahan genetik yang multipel sehingga
dapat mengakibatkan transformasi fenotipe. Kerusakan genetik non letal merupakan inti dari mekanisme
karsinogenesis. Mutasi genetik tersebut dapat terjadi akibat agen lingkungan,
seperti zat kimia, radiasi, dan virus. Pada keadaan normal sebuah sel yang
mengalami kelainan genetik atau mutasi genetik akan memiliki kemampuan untuk
menjalankan proses apoptosis untuk
mencegah perkembangan mutasi tersebut. Akan tetapi salah satu kemampuan sel
kanker adalah sel tersebut dapat meningkatkan resistensi terhadap induksi apoptosis. Perubahan dalam regulator apoptosis termasuk pada jalur intrinsik
memberikan keuntungan sel neoplasma untuk tumbuh dan berkembang didalam
lingkungan tumor host. Selain itu,
sel kanker sering mengalami keadaan hipoksia
dan menjadi tidak responsif terhadap terapi. Keadaan hipoksia pada sel tumor disebabkan tingginya konsumsi oksigen
akibat tingkat proliferasi yang sangat
cepat dari sel tersebut (Suryawinata dan Sukohar, 2016).
Penyebab pasti
kanker belum diketahui, diperkirakan multifaktorial . Proses timbulnya kanker merupakan kejadian kompleks yang melibatkan
berbagai faktor. Selain adanya defek pada gen BRCA1 dan BRCA2, masih banyak
kelainan yang pada prinsipnya meningkatkan aktivitas proliferasi sel serta
kelainan yang menurunkan atau menghilangkan regulasi kematian sel . Penelitian di Indonesia tentang faktor
risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker sangat terbatas. Penelitian
ini untuk melihat secara lebih luas faktor yang berpengaruh terhadap kejadian
kanker dan memperkirakan probabilitas
individu untuk terkena kanker (Pratiwi, 2012).
Annonaceous
acetogenins compounds merupakan senyawa turunan dari asam
lemak rantai panjang. Aktivitas biologi dari acetogenin menunjukkan sifat toksisitas terhadap sel kanker dan menghambat
aktivitas mitochondrial complex I. Annonaceous acetogenins merupakan
derivat asam lemak rantai panjang (C33 atau C34) dengan karakterisasi struktur
yang unik yaitu memiliki cincin tetrahidrofuran
(THF) pada pusat yang diikat gugus hidroksil
dan gugus α-β- unsaturated-γ-lakton.
Cincin tetrahidrofuran berperan
sebagai jangkar yang bersifat hidrofilik
di dalam membran mitokondria. Sedangkan cincin γ-lakton berperan sebagai sisi interaksi Annonaceous acetogenins dengan sisi interaksi quinone di dalam mitokondria kompleks I (Suryawinata dan Sukohar,
2016).
Apoptosis
merupakan jalur kematian sel dengan mengaktifkan enzim yang merusak DNA inti
sel itu sendiri dan protein pada inti dan sitoplasma. Apoptosis terjadi pada keadaan normal dan berperan untuk menghilangkan
sel yang berpotensi menjadi bahaya dan sel yang telah selesai masa
fungsinya.Sedangkan pada keadaan patologis,
apoptosis berfungsi untuk mengeliminasi sel yang telah mengalami gangguan
genetik atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, tanpa menimbulkan reaksi
berlebihan sehingga kerusakan jaringan yang terjadi dapat dibatasi serendah
mungkin (Suryawinata dan Sukohar, 2016).
Masyarakat
indonesia mewarisi berbagai kekayaan leluhur yang sangat bermanfaat bagi
kesejahteraan masyarakat. Diantara warisan kekayaan itu adalah kekayaan tanaman
dan pengetahuan tentang kasiat dari tanaman. Setidaknya terdapat 40.000 tanaman
diseluruh dunia dengan 30.000 diantaranya terdapat di Indonesia. Tetapi hanya
terdapat 940 jenis tumbuhan yang dapat digunakan untuk terapi tradisional.
Penggunaan bahan alam sebagai agen antikanker memiliki sejarah yang panjang
dimulai dari obat rakyat yang dikategorikan sebagai obat tradisional. Saat ini
beberapa senyawa turunan dari tumbuhan telah berhasil digunakan sebagai terapi
kanker seperti, vincristine dan vinblastine yang diisolasi dari Catharanthus roseus (Suryawinata dan
Sukohar, 2016).
Data penelitian
menunjukkan bahwa fitokimia yang
memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi dapat menghambat inisiasi,
promosi, dan progresivitas dari tumor. Sehingga sangat penting untuk melakukan
penelitian terhadap kualitas standar, efikasi dan keamanan dari penggunaan
tumbuhan herbal. Annona muricata yang
juga dikenal sebagai soursop, graviola,
guanabana, dan sirsak merupakan anggota dari famili Annonaceae. Tanaman ini merupakan tipe tanaman subtropis dan tropis
seperti India, Malaysia, dan Indonesia. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa
A.muricata memilikiefek sebagai antiparasit, antikonvulsan, antimalaria, hepato-protective
dan antikanker. Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa annonaceous acetogenins merupakan kandungan utama dalam A. muricata. Lebih dari 100 annonaceous acetogenin telah berhasil diisolasi dari daun, batang, biji, akar
dan buahnya (Suryawinata dan Sukohar, 2016).
Annonaceous
acetogenins memiliki efek biologis yang impresif dengan menjadi salah satu
senyawa penting dalam perkembangan obat kanker. Kemampuan antikanker dari annonaceous acetogenin ditunjukkan dalam
menghambat enzim NADH: ubiquinone
oxidoreductase atau kompleks I pada rantai pernafasan mitokondria.
Penghambatan produksi ATP, terutama untuk sel-sel kanker dengan tingkat
metabolisme yang tinggi, akan menyebabkan apoptosis. Mekanisme lain annonaceous acetogenin dalam menginduksi
proses apoptosis adalah dengan
mempengaruhi Mitochondrial Membran Permeability (MMP) sehingga
terjadi peningkatan translasi cytochrome
c dari mitokondria ke sitosol untuk mengaktifkan kaspase-9 sebagai executioner
caspase pada proses apoptosis. Pro-apoptotic protein seperti Bax juga ikut meningkat sebagai efek
keterlibatan dalam pelepasan sitokrom c
melalui dimerisasi dan tranlokasi ke membran mitokondria bagian
luar. Sementara itu protein anti-apoptosis
seperti Bcl-2 yang menekan translokasi sitokrom c akan mengalami
penurunan regulasi. Peningkatan Bax sebagai faktor proapoptotic dan keluarnya sitokrom
c dari mitokondria ke sitosol serta menurunnya regulasi protein anti-apoptotic seperti Bcl-2 akan menginduksi proses apoptosis untuk berjalan normal kembali (Suryawinata
dan Sukohar, 2016).
Permasalahan
terapi pada sel kanker bukan hanya terbatas pada kegagalan kemoterapi atau radiasi
untuk menginduksi proses apoptosis,
tetapi juga karena tidak responsifnya
sel kanker terhadap penggunaan kemoterapi
ataupun radiasi tersebut. Hal ini disebabkan karena sel kanker sering mengalami
keadaan hipoksia sehingga kadar
oksigen pada sel rendah dan sel menjadi tidak responsif terhadap terapi. Keadaan hipoksia pada sel kanker ini perlu ditanggulangi untuk meningkatkan
angka keberhasilan terapi (Suryawinata dan Sukohar, 2016).
Pada keadaan hipoksia, protein Hypoxia Inducible Factor-1 (α) berperan penting mengendalikan
respon selular dan akan mengalami dimerisasi
dengan HIF1β, membentuk faktor transkripsi HIF-1. Dimana peran HIF-1 adalah untuk mengaktivasi transkripsi gen-gen yang sangat krusial dalam terbentuknya kanker, metabolisme glukosa, dan invasi sel-sel kanker. Hypoxia Inducible Factor-1 juga memicu angiogenesis tumor dengan meningkatkan
produksi angiogenic factor. Oleh karena itu senyawa yang
dapat menghambat HIF-1 sangat
berpotensi untuk menjadi obat antikanker. Acetogenins
menghambat aktivas HIF-1 dengan
memblokir induksi hipoksia oleh
protein HIF-1α. Annonaceous acetogenins dapat menekan produksi ROS pada
mitokondria kompleks III dengan memblokir aliran elektron. Penekanan produksi ROS
akan mengakibat kegagalan induksi hipoksia sehingga aktivasi HIF-1 akan terhambat (Suryawinata dan
Sukohar, 2016).
3.1. kesimpulan
Karsinogenesis
(proses terbentuknya kanker) terjadi karena Mutasi genetik, hal ini tersebut
dapat terjadi akibat agen lingkungan, seperti zat kimia, radiasi, dan virus. Penyebab
pasti kanker belum diketahui, diperkirakan multifaktorial. Penelitian di
Indonesia tentang faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker
sangat terbatas. Penelitian ini untuk melihat secara lebih luas faktor yang
berpengaruh terhadap kejadian kanker dan
memperkirakan probabilitas individu untuk terkena kanker.
Beberapa penelitian
mengungkapkan bahwa A.muricata yang
juga dikenal sebagai sirsak memiliki
efek sebagai antiparasit, antikonvulsan, antimalaria, hepato-protective dan antikanker.
Penelitian fitokimia menunjukkan
bahwa annonaceous acetogenins
merupakan kandungan utama dalam A.
muricata. Lebih dari 100 annonaceous
acetogenin telah berhasil diisolasi
dari daun, batang, biji, akar dan buahnya. Annonaceous
acetogenins compounds merupakan senyawa turunan dari asam lemak rantai
panjang. Aktivitas biologi dari acetogenin
menunjukkan sifat toksisitas
terhadap sel kanker dan menghambat aktivitas mitochondrial complex I (Leny, S, 2006).
Annonaceous
acetogenins sebagai zat aktif yang dapat menghambat
pertumbuhan sel dalam tubuh. Kanker merupakan penyebab kematian utama kedua di
dunia setelah penyakit kardiovaskular.
Hal ini menjadi sangat penting untuk terus dilakukannya penelitian dan
pengembangan senyawa antikanker. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan bahan
alam. Pemanfatan bahan alam sebagai anti kanker merupakan sebuah terobosan yang
sangat penting. Annonaceous acetogenins
merupakan senyawa utama yang terkandung dalam sirsak (Annona muricata). Annonaceous
acetogenin memiliki efek untuk menginduksi proses apoptosis melalui peningkatan pelepasan sitokrom c dari mitokondria menuju sitosol, peningkatan kadar Bax (pro-apoptotic),
penurunan kadar Bcl-2 (anti-apoptotic), dan peningkatan
aktivasi exequtioner caspase-9 untuk
melakukan apoptosis. Kegagalan terapi
kanker juga berhubungan dengan tidak responsifnya sel kanker terhadap
penggunaan kemoterapi ataupun radiasi Adri, D., & Hersoelistyorini, W, 2013).
3.2.
Saran
Saya merasa artikel atau KTI yang saya buat ini belum sempurna dan masih sangat
banyak kekurangannya, karena dalam penulisannya terdapat banak kata –kata yang kurang menarik
dan kurangnya pengetahun terhadap permasalah tersebut serta pengalaman menulis saya
yang masih sangat sedikit sehingga masih
banyak kesalahan dalam penulisan kata ataupun kalimatnya, semua mungkin dikarenakan
saya tidak memiliki banyak waktu untuk berfikir dalam menulis sehingga saya
simpulkan bahwa saya memiliki kendala
dalam memanajemen waktu dikarenakan saya hanya memiliki sedikit waktu untuk
menulis, saran saya dimohonkan untuk diberi sedikit waktu yang lebih panjang
sehingga artikel atau KTI yang saya buat ini dapat diselesaikan lebih baik dari
ini dan tidak terselesaikan dengan tergesa gesa.
Daftar pustaka
Adri,
D., & Hersoelistyorini, W. (2013). Aktivitas antioksidan dan sifat organoleptik
teh daun sirsak (Annona muricata Linn.) berdasarkan variasi lama pengeringan. Jurnal Pangan dan Gizi, 4(1).payudara
wanita. Jurnal Epidemiologi.
Dewi,
M. (2017). Sebaran kanker di indonesia, riset kesehatan dasar 2007. Indonesian Journal of
Cancer, 11(1), 1-8.
Indrati,
R. (2005). Faktor faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker
Leny,
S. (2006). Bahan Ajar Metode Fitokimia. Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA
Universitas Airlangga :Surabaya
Mawaddah, U., &
Fauzi, M. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan
Dosis Obat Pada Anak Menggunakan Metode Forward
Chaining (Studi Kasus Di Klinik Dokter Umum Karanggayam- Srengat). ANTIVIRUS: Jurnal Ilmiah
Teknik Informatika, 12(1).
Pratiwi, T. F. (2012).
Kualitas hidup penderita kanker. Developmental and Clinical Psychology, 1(1).
Suryawinata,
A., & Sukohar, A. (2016). Potensi annonaceous acetogenins dari sirsak (Annona
muricata) sebagai agen kemoterapi melalui induksi
apoptosis dan inhibisi HIF-1. Jurnal Majority, 5(5),
97- 101.
terimakasih, infonya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih telah mengunjungi blog saya
HapusInfo yang bagus
BalasHapusTerima kasih telah mengunjungi blog saya
HapusArtikel yg baguss :)
BalasHapusTerima kasih telah mengunjungi blog saya
Hapusterima kasih atas info nya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih informasinya
BalasHapus