Sabtu, 27 Juni 2020

sel kanker dan zat penghambatnya

Assalamualaikum cabat mybomberku

Hii guys mybomberku tersayang!


Welcome to my knowledge world

kali ini aku bakalan ngeshare tentang seputar pengerian apasih itu sel kanker?
kenapa sih sel kanker dapat tumbuh dan faktor penyebabnya?
lalu adakah zat aktif alami yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh?
nah kira-kira seperti itulah hal yang akan kita bahas di bawah ini
semoga bermanfaat guys, HAPPY READING <3 :)
zat yang berpotensi sebagai penghambat tumbuhnya  berbagai macam sel kanker
I.            pendahuluan
I.1.    Latar Belakang
Era globalisasi,informasi, dan komunikasi membawa dampak di berbagai bidang kehidupan manusia.Dampak tersebut terlihat dengan adanya kemajuan teknologi pada berbagai bidang, antara lain bidang komputer. Komputer merupakan kumpulan perangkat keras dan lunak yang mempermudah melaksanakan pekerjaan manusia guna mempercepat dalam suatu pengambilan keputusan. Hampir semua kehidupan manusia dapat memanfaatkan keberadaan komputer, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan akurat. Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat diperlukan pada suatu aktivitas untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Terutama untuk pemilihan penyakit dan obat pada sebuah klinik kesehatan, agar permasalahan sedikitnya jam praktek dokter dan kurangnya tenaga ahli untuk menentukan diagnosis dan dosis obat anak bisa teratasi. Karena pengambilan keputusan yang tepat akan sangat berpengaruh pada proses selanjutnya (Mawaddah dan Fauzi, 2018).
Kesehatan menjadi hal yang sangat penting mengingat inilah modal awal setiap orang melakukan kegiatan dan berusaha memenuhi kebutuhannya. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Banyak usaha yang dilakukan seseorang untuk menjaga kesehatannya secara maksimal, antara lain dengan melakukan olah raga, menjaga pola makan dan bahkan mengonsumsi vitamin atau jamu-jamuan. Usaha ini dilakukan demi menjaga stamina tubuhnya agar tetap prima.
World Health Organization (WHO), mendefinisikan kesehatan sebagai suatu keadaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang lengkap, bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan. Hal ini di dukung oleh Ferris yang menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan mental dan fisik yang sejahtera, bukan hanya tidak memiliki penyakit dan cacat. Sehat berarti dalam keadaan positif dari fisik, mental dan kesejahteraan sosial, bukan sekedar tidak adanya cedera atau penyakit yang bervariasi dari waktu ke waktu. Preedy dan Watson menyatakan bahwa kesehatan merupakan kesejahteraan disegala dimensi, yaitu fisik, mental dan sosial (Mawaddah dan Fauzi, 2018).
Dewasa ini muncul berbagai macam penyakit, penyebabnyapun beragam, ada yang disebabkan oleh virus, bakteri, makanan, lingkungan ataupun faktor keturunan dalam anggota keluarga. Penyakit dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu penyakit menular, penyakit tidak menular dan penyakit kronis . Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh agen biologis (seperti virus, bakteri atau parasit) bukan disebabkan oleh faktor fisik atau kimia. Penyakit yang tergolong penyakit menular misalnya : antraks, cacingan, cacar air, campak, demam berdarah, diare, hepatitis, influenza, malaria, penyakit kulit, HIV, flu burung dan sebagainya. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan oleh masalah fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh manusia. Penyakit tersebut misalnya batuk, sariawan, sakit perut dan lainlain. Penyakit kronis adalah penyakit yang berlangsung sangat lama. Beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan kematian pada penderitanya, antara lain : AIDS, serangan jantung dan kanker.

I.2.    Rumusan Masalah
a.       Apa itu sel kanker ?
b.      Hal apa sajakah yang  menyebabkan sel kanker tumbuh ?
c.       Zat apa yang berpotensi sebagai penghambat sel kanker?

I.3.    tujuan
a.       mengetahui apa itu sel kanker
b.      mengetahui faktor – faktor yang dapat menyebabkan sel kanker
c.       mengetahui zat yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker



II.            pembahasan
Kanker adalah sel-sel jaringan tubuh yang menjadi ganas yang ditandai oleh pembelahan sel dengan cepat dan tidak terkendali membentuk sel sejenis dengan sel asalnya, namun dalam bentuk primitif dan tidak sempurna .  “Cancer is a process whereby uncontrolled cell multiplication produces a tumor that can invade adjacent tissues and metastasize”, artinya suatu proses pelipatgandaan sel yang tidak terkendali dan menghasilkan tumor yang menyerang jaringan-jaringan yang ada didekatnya dan bermetastatis. 12% seluruh kematian disebabkan oleh kanker yang merupakan pembunuh nomor dua setelah penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian kedua di negara maju (Pratiwi, 2012).
Kanker merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematian di dunia. Pada 2012 diperkirakan terdapat 14 juta kasus baru kanker dan 8,2 juta kematian akibat kanker di dunia. Health Organization (WHO) melaporkan lima besar jenis kanker yang ditemukan pada laki-laki di dunia pada 2012, yaitu kanker paru, prostat, kolorektum, kanker perut (stomach cancer), dan kanker hati. Sedangkan pada perempuan yang terbanyak adalah kanker payudara, kolorektum, paru-paru, serviks, serta kanker perut (stomach cancer). Sepertiga kematian akibat kanker berhubungan dengan 5 kebiasaan gaya hidup dan pola makan. Kelima faktor tersebut yaitu obesitas, diet rendah sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, dan penggunaan alkohol. Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko penyebab kematian pada kanker secara umum (20%). Sedangkan untuk kanker paru, tembakau merupakan faktor risiko penyebab kematian pada kanker paru yang paling dominan (70%). Diperkirakan akan terjadi peningkatan kasus baru kanker sebesar 70% dalam 20 tahun mendatang. Seiring dengan bertambahnya waktu, telah terjadi pergeseran pola kejadian kanker di dunia, di mana kejadian kanker telah bergeser ke negara dengan penghasilan menegah ke bawah. Saat ini, kejadian kasus baru kanker di dunia mencapai 57% dan 65% kematian akibat kanker terjadi di negara dengan penghasilan menengah ke bawah (Indrati, R, 2005).
Angka kematian akibat kanker lebih tinggi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan faktor risiko dan keberhasilan penanganan deteksi, serta ketersediaan pengobatan. Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan laki-laki di negara maju dan negara berkembang. Sedangkan untuk perempuan, kanker payudara menjadi kematin terbanyak, baik di negara maju maupun berkembang. Penyebab utama lain dari kematian akibat kanker di negara-negara maju adalah kanker kolorektal pada laki-laki dan perempuan serta kanker prostat pada laki-laki. Di negara berkembang, kanker hati dan kanker perut merupakan jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di antara laki-laki. Sedangkan kanker serviks uteri merupakan kanker terbanyak penyebab kematian pada perempuan di negara berkembang (Pratiwi, 2012).
Adapun faktor risiko yang terkait dengan kanker paru-paru, kolorektum, lambung, dan kanker hati adalah penggunaan tembakau. Sedangkan yang berhubungan dengan kurangnya aktivitas fisik dan obesitas adalah kanker payudara serta kolorektal. Untuk faktor risiko infeksi berkaitan dengan kanker hati, lambung, dan kanker serviks uteri. Sebagian besar kasus kanker dan kematian dapat dicegah dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif, seperti pengendalian tembakau, vaksinasi, dan penggunaan tes deteksi dini. Berdasarkan strategi berbasis bukti (Eviden-Based Strategy), kejadian kanker dapat dicegah dan dikontrol hingga 30% dengan cara memodifikasi atau menghindari faktor risiko kunci. Dengan menghindari atau memodifikasi faktor risiko kunci yang telah dikaji oleh International Cancer Collaboration (Daniel et al: 2005) di WHO, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker dapat dikontrol. Faktor risiko kunci tersebut adalah penggunaan tembakau, obesitas, asupan rendah sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, sex transmitted human papilloma virus infection, polusi udara di kota, dan produksi asap yang menggunakan bahan bakar padat dalam rumah tangga (Dewi, 2017).
Tingginya prevalensi kanker tersebut mendorong semakin berkembangnya ilmu pengetahuan terkait bagaimana tatalaksana kanker, baik menggunakan kemoterapi, hormonal, radiasi maupun pembedahan. Akan tetapi tatalaksana tersebut masih meninggalkan beberapa masalah yaitu efek samping yang ditimbulkan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pengembangan untuk menciptakan suatu antikanker baru yang memiliki aktivitas efektif dan selektif serta aman bagi tubuh
Proses terbentuknya neoplasma atau kanker disebut karsinogenesis. Karsinogenesis merupakan proses bertahap yang terjadi akibat akumulasi perubahan genetik yang multipel sehingga dapat mengakibatkan transformasi fenotipe. Kerusakan genetik non letal merupakan inti dari mekanisme karsinogenesis. Mutasi genetik tersebut dapat terjadi akibat agen lingkungan, seperti zat kimia, radiasi, dan virus. Pada keadaan normal sebuah sel yang mengalami kelainan genetik atau mutasi genetik akan memiliki kemampuan untuk menjalankan proses apoptosis untuk mencegah perkembangan mutasi tersebut. Akan tetapi salah satu kemampuan sel kanker adalah sel tersebut dapat meningkatkan resistensi terhadap induksi apoptosis. Perubahan dalam regulator apoptosis termasuk pada jalur intrinsik memberikan keuntungan sel neoplasma untuk tumbuh dan berkembang didalam lingkungan tumor host. Selain itu, sel kanker sering mengalami keadaan hipoksia dan menjadi tidak responsif terhadap terapi. Keadaan hipoksia pada sel tumor disebabkan tingginya konsumsi oksigen akibat tingkat proliferasi yang sangat cepat dari sel tersebut (Suryawinata dan Sukohar, 2016).  
Penyebab pasti kanker belum diketahui, diperkirakan multifaktorial . Proses timbulnya kanker  merupakan kejadian kompleks yang melibatkan berbagai faktor. Selain adanya defek pada gen BRCA1 dan BRCA2, masih banyak kelainan yang pada prinsipnya meningkatkan aktivitas proliferasi sel serta kelainan yang menurunkan atau menghilangkan regulasi kematian sel  . Penelitian di Indonesia tentang faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker sangat terbatas. Penelitian ini untuk melihat secara lebih luas faktor yang berpengaruh terhadap kejadian kanker  dan memperkirakan probabilitas individu untuk terkena kanker (Pratiwi, 2012).
Annonaceous acetogenins compounds merupakan senyawa turunan dari asam lemak rantai panjang. Aktivitas biologi dari acetogenin menunjukkan sifat toksisitas terhadap sel kanker dan menghambat aktivitas mitochondrial complex I. Annonaceous acetogenins merupakan derivat asam lemak rantai panjang (C33 atau C34) dengan karakterisasi struktur yang unik yaitu memiliki cincin tetrahidrofuran (THF) pada pusat yang diikat gugus hidroksil dan gugus α-β- unsaturated-γ-lakton. Cincin tetrahidrofuran berperan sebagai jangkar yang bersifat hidrofilik di dalam membran mitokondria. Sedangkan cincin γ-lakton berperan sebagai sisi interaksi Annonaceous acetogenins dengan sisi interaksi quinone di dalam mitokondria kompleks I (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Apoptosis merupakan jalur kematian sel dengan mengaktifkan enzim yang merusak DNA inti sel itu sendiri dan protein pada inti dan sitoplasma. Apoptosis terjadi pada keadaan normal dan berperan untuk menghilangkan sel yang berpotensi menjadi bahaya dan sel yang telah selesai masa fungsinya.Sedangkan pada keadaan patologis, apoptosis berfungsi untuk mengeliminasi sel yang telah mengalami gangguan genetik atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, tanpa menimbulkan reaksi berlebihan sehingga kerusakan jaringan yang terjadi dapat dibatasi serendah mungkin (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Masyarakat indonesia mewarisi berbagai kekayaan leluhur yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Diantara warisan kekayaan itu adalah kekayaan tanaman dan pengetahuan tentang kasiat dari tanaman. Setidaknya terdapat 40.000 tanaman diseluruh dunia dengan 30.000 diantaranya terdapat di Indonesia. Tetapi hanya terdapat 940 jenis tumbuhan yang dapat digunakan untuk terapi tradisional. Penggunaan bahan alam sebagai agen antikanker memiliki sejarah yang panjang dimulai dari obat rakyat yang dikategorikan sebagai obat tradisional. Saat ini beberapa senyawa turunan dari tumbuhan telah berhasil digunakan sebagai terapi kanker seperti, vincristine dan vinblastine yang diisolasi dari Catharanthus roseus (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Data penelitian menunjukkan bahwa fitokimia yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi dapat menghambat inisiasi, promosi, dan progresivitas dari tumor. Sehingga sangat penting untuk melakukan penelitian terhadap kualitas standar, efikasi dan keamanan dari penggunaan tumbuhan herbal. Annona muricata yang juga dikenal sebagai soursop, graviola, guanabana, dan sirsak merupakan anggota dari famili Annonaceae. Tanaman ini merupakan tipe tanaman subtropis dan tropis seperti India, Malaysia, dan Indonesia. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa A.muricata memilikiefek sebagai antiparasit, antikonvulsan, antimalaria, hepato-protective dan antikanker. Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa annonaceous acetogenins merupakan kandungan utama dalam A. muricata. Lebih dari 100 annonaceous acetogenin telah berhasil diisolasi dari daun, batang, biji, akar dan buahnya (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Annonaceous acetogenins memiliki efek biologis yang impresif dengan menjadi salah satu senyawa penting dalam perkembangan obat kanker. Kemampuan antikanker dari annonaceous acetogenin ditunjukkan dalam menghambat enzim NADH: ubiquinone oxidoreductase atau kompleks I pada rantai pernafasan mitokondria. Penghambatan produksi ATP, terutama untuk sel-sel kanker dengan tingkat metabolisme yang tinggi, akan menyebabkan apoptosis. Mekanisme lain annonaceous acetogenin dalam menginduksi proses apoptosis adalah dengan mempengaruhi Mitochondrial Membran Permeability (MMP) sehingga terjadi peningkatan translasi cytochrome c dari mitokondria ke sitosol untuk mengaktifkan kaspase-9 sebagai executioner caspase pada proses apoptosis. Pro-apoptotic protein seperti Bax juga ikut meningkat sebagai efek keterlibatan dalam pelepasan sitokrom c melalui dimerisasi dan tranlokasi ke membran mitokondria bagian luar. Sementara itu protein anti-apoptosis seperti Bcl-2 yang menekan translokasi sitokrom c akan mengalami penurunan regulasi. Peningkatan Bax sebagai faktor proapoptotic dan keluarnya sitokrom c dari mitokondria ke sitosol serta menurunnya regulasi protein anti-apoptotic seperti Bcl-2 akan menginduksi proses apoptosis untuk berjalan normal kembali (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Permasalahan terapi pada sel kanker bukan hanya terbatas pada kegagalan kemoterapi atau radiasi untuk menginduksi proses apoptosis, tetapi juga karena tidak responsifnya sel kanker terhadap penggunaan kemoterapi ataupun radiasi tersebut. Hal ini disebabkan karena sel kanker sering mengalami keadaan hipoksia sehingga kadar oksigen pada sel rendah dan sel menjadi tidak responsif terhadap terapi. Keadaan hipoksia pada sel kanker ini perlu ditanggulangi untuk meningkatkan angka keberhasilan terapi (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 
Pada keadaan hipoksia, protein Hypoxia Inducible Factor-1 (α) berperan penting mengendalikan respon selular dan akan mengalami dimerisasi dengan HIF1β, membentuk faktor transkripsi HIF-1. Dimana peran HIF-1 adalah untuk mengaktivasi transkripsi gen-gen yang sangat krusial dalam terbentuknya kanker, metabolisme glukosa, dan invasi sel-sel kanker. Hypoxia Inducible Factor-1 juga memicu angiogenesis tumor dengan meningkatkan produksi angiogenic factor. Oleh karena itu senyawa yang dapat menghambat HIF-1 sangat berpotensi untuk menjadi obat antikanker. Acetogenins menghambat aktivas HIF-1 dengan memblokir induksi hipoksia oleh protein HIF-1α. Annonaceous acetogenins dapat menekan produksi ROS pada mitokondria kompleks III dengan memblokir aliran elektron. Penekanan produksi ROS akan mengakibat kegagalan induksi hipoksia sehingga aktivasi HIF-1 akan terhambat (Suryawinata dan Sukohar, 2016). 








3.1.      kesimpulan
Karsinogenesis (proses terbentuknya kanker) terjadi karena Mutasi genetik, hal ini tersebut dapat terjadi akibat agen lingkungan, seperti zat kimia, radiasi, dan virus. Penyebab pasti kanker belum diketahui, diperkirakan multifaktorial. Penelitian di Indonesia tentang faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker sangat terbatas. Penelitian ini untuk melihat secara lebih luas faktor yang berpengaruh terhadap kejadian kanker  dan memperkirakan probabilitas individu untuk terkena kanker.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa A.muricata yang juga dikenal sebagai sirsak  memiliki efek sebagai antiparasit, antikonvulsan, antimalaria, hepato-protective dan antikanker. Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa annonaceous acetogenins merupakan kandungan utama dalam A. muricata. Lebih dari 100 annonaceous acetogenin telah berhasil diisolasi dari daun, batang, biji, akar dan buahnya. Annonaceous acetogenins compounds merupakan senyawa turunan dari asam lemak rantai panjang. Aktivitas biologi dari acetogenin menunjukkan sifat toksisitas terhadap sel kanker dan menghambat aktivitas mitochondrial complex I (Leny, S, 2006).
Annonaceous acetogenins sebagai zat aktif yang dapat menghambat pertumbuhan sel dalam tubuh. Kanker merupakan penyebab kematian utama kedua di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Hal ini menjadi sangat penting untuk terus dilakukannya penelitian dan pengembangan senyawa antikanker. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan bahan alam. Pemanfatan bahan alam sebagai anti kanker merupakan sebuah terobosan yang sangat penting. Annonaceous acetogenins merupakan senyawa utama yang terkandung dalam sirsak (Annona muricata). Annonaceous acetogenin memiliki efek untuk menginduksi proses apoptosis melalui peningkatan pelepasan sitokrom c dari mitokondria menuju sitosol, peningkatan kadar Bax (pro-apoptotic), penurunan kadar Bcl-2 (anti-apoptotic), dan peningkatan aktivasi exequtioner caspase-9 untuk melakukan apoptosis. Kegagalan terapi kanker juga berhubungan dengan tidak responsifnya sel kanker terhadap penggunaan kemoterapi ataupun radiasi Adri, D., & Hersoelistyorini, W, 2013).

3.2. Saran
Saya merasa artikel atau KTI yang saya  buat ini belum sempurna dan masih sangat banyak kekurangannya, karena dalam penulisannya  terdapat banak kata –kata yang kurang menarik dan kurangnya pengetahun terhadap permasalah tersebut serta pengalaman menulis saya  yang masih sangat sedikit sehingga masih banyak kesalahan dalam penulisan kata ataupun kalimatnya, semua mungkin dikarenakan saya tidak memiliki banyak waktu untuk berfikir dalam menulis sehingga saya simpulkan  bahwa saya memiliki kendala dalam memanajemen waktu dikarenakan saya hanya memiliki sedikit waktu untuk menulis, saran saya dimohonkan untuk diberi sedikit waktu yang lebih panjang sehingga artikel atau KTI yang saya buat ini dapat diselesaikan lebih baik dari ini dan tidak terselesaikan dengan tergesa gesa.

















Daftar pustaka
Adri, D., & Hersoelistyorini, W. (2013). Aktivitas antioksidan dan sifat organoleptik teh daun sirsak (Annona muricata Linn.) berdasarkan variasi lama pengeringan. Jurnal Pangan dan Gizi4(1).payudara     wanita. Jurnal Epidemiologi

Dewi, M. (2017). Sebaran kanker di indonesia, riset kesehatan dasar 2007. Indonesian Journal of Cancer11(1), 1-8.

Indrati, R. (2005). Faktor faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker

Leny, S. (2006). Bahan Ajar Metode Fitokimia. Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA Universitas Airlangga :Surabaya

Mawaddah, U., & Fauzi, M. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Dosis Obat Pada Anak Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Di Klinik Dokter Umum Karanggayam- Srengat). ANTIVIRUS: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika12(1).

Pratiwi, T. F. (2012). Kualitas hidup penderita kanker. Developmental and                         Clinical Psychology1(1).

Suryawinata, A., & Sukohar, A. (2016). Potensi annonaceous acetogenins dari sirsak (Annona muricata) sebagai agen kemoterapi melalui induksi apoptosis dan inhibisi HIF-1. Jurnal Majority5(5), 97- 101.




8 komentar:

sel kanker dan zat penghambatnya

Assalamualaikum cabat mybomberku Hii guys mybomberku tersayang! Welcome to my knowledge world kali ini aku bakalan ngeshare t...